What is the value limit that can be guaranteed?


Berapa Batasan Nilai Yang Bisa Dijamin

Seperti yang kita ketahui bahwa manfaat dari Surety Bond Surety bond penting untuk meminimalisir potensi risiko dengan berbagai manfaat, mulai dari jaminan penawaran (bid), pelaksanaan (performance), pembayaran uang muka (advance payment), pemeliharaan (maintenance), garansi bank, dan custom bond.

Saat ini Surety Bond semakin dibutuhkan disebabkan karena beberapa hal, antara lain sebagai berikut:

  • Surety Bonds menjadi prasyarat yang harus dipenuhi bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mendapatkan perijinan untuk terjun dalam bisnis tertentu.
  • Surety Bond membantu perusahaan memenangkan persaingan ketika menghadapi tender dan lelang kontrak pekerjaan di pemerintah maupun swasta sesuai dengan standar good governance.
  • Jika perusahaan Anda gagal memenuhi persyaratan tender dan tidak mampu melaksanakannya, maka perusahaan anda akan dikenakan denda, nah denda tersebut lah yang akan dibayarkan terlebih dahulu oleh penjamin dengan mencairkan jaminan Surety Bond yang sudah diserahkan.
  • Dengan adanya jaminan Surety Bond, dari segi biaya dan keuangan jauh lebih murah daripada Bank Garansi karena anda cukup membayar premi asuransi sementara dana yang ditahan adalah milik perusahaan asuransi bukan milik perusahaan Anda.

Berapa besar nilai jaminan yang diperlukan?

Besar nilai jaminan yang diperlukan tergantung kepada isi dari perjanjian kontrak. Masing-masing kontrak mempunyai persyaratan yang berbeda, tergantung dari kesepakatan antara para pihak.

Akan tetapi kita bisa menggunakan patokan yang sudah biasa digunakan di dalam kontrak-kontrak baik antara pemilik proyek pemerintah dan juga proyek swasta.

Sebagai gambaran, berikut ini informasi perkiraan besarnya jaminan dari masing-masing jenis Surety Bond.

Besarnya nilai jaminan ini juga akan mempengaruhi proses pengurusan penerbitan jaminan. Semakin besar nilainya maka akan semakin rumit di dalam proses penerbitannya karena adanya keterbatasan kemampuan akseptasi dari perusahaan asuransi.

Disinilah peran penting dari perusahaan broker asuransi sebagai konsultan Anda. Merekalah yang kan melakukan pendekatan ke berbagai perusahaan asuransi agar penjaminan dapat berlaku secara penuh.

  • Jaminan Penawaran 1% s/d 3% dari HPS

Diberlakukan berdasarkan nilai total Harga Perkiraan Sendiri (HPS) oleh pemilik proyek (project owner). Jaminan Penawaran biasanya antara 1% (satu persen) hingga 3% (tiga persen) dari nilai total dari HPS.

Jaminan Penawaran dikembalikan kepada Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya setelah pemilik proyek menerima Jaminan Pelaksanaan untuk penandatanganan Kontrak.

Pencairan Jaminan Penawaran dilakukan apabila penyedia tidak melaksanakan Kontrak, tidak menyelesaikan pekerjaan, atau tidak melaksanakan kewajiban dalam masa pemeliharaan, melakukan kesalahan dalam perhitungan volume hasil pekerjaan berdasarkan hasil audit.

  • Jaminan Pelaksanaan 5% s/d 10% dari HPS

Jaminan Pelaksanaan berlaku sampai dengan serah terima pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Lainnya atau serah terima pertama Pekerjaan Konstruksi.

Jaminan Pelaksanaan memberi kesempatan kepada penyedia atau kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan, dimuat dalam kontrak yang didalamnya mengatur waktu penyelesaian pekerjaan, pengenaan sanksi denda keterlambatan kepada Penyedia, dan perpanjangan Jaminan Pelaksanaan.

Pencairan Jaminan Pelaksana dilakukan apabila penyedia tidak melaksanakan Kontrak, tidak menyelesaikan pekerjaan, atau tidak melaksanakan kewajiban dalam masa pemeliharaan.

Dalam hal Penyedia atau kontraktor gagal menyelesaikan pekerjaan sampai masa pelaksanaan Kontrak berakhir, namun pemilik proyek menilai bahwa Penyedia mampu menyelesaikan pekerjaan, pemilik proyek memberikan kesempatan Penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan.

  • Jaminan Uang Muka 

Jaminan Uang Muka diserahkan penyedia atau kontraktor kepada pemilik proyek senilai uang muka yang sudah disepakati. Nilai Jaminan Uang Muka bertahap dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan sisa uang muka yang diterima.

Jaminan Uang Muka diberikan kepada pemilik proyek (principal) apabila Penyedia menerima uang muka dan diserahkan sebelum pengambilan uang muka.

Nilai Jaminan Uang Muka sama dengan besarnya uang muka yang diterima oleh Penyedia atau Kontraktor.

Masa berlaku Jaminan Uang Muka sejak tanggal persetujuan pemberian. Pemilik proyek memberikan uang muka dengan ketentuan bahwa uang muka tersebut digunakan untuk mobilisasi alat dan tenaga kerja, pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok barang/material, dan/atau persiapan teknis lain yang diperlukan.

  • Jaminan Pemeliharaan.

Jaminan Pemeliharaan diberlakukan untuk Pekerjaan Konstruksi atau Jasa Lainnya yang membutuhkan masa pemeliharaan, dalam hal Penyedia menerima uang retensi pada serah terima pekerjaan pertama (Provisional Hand Over).

Jaminan Pemeliharaan dikembalikan biasanya dalam jangka 14 (empat belas) hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai.

Besaran nilai Jaminan Pemeliharaan  biasanya sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak. Penyedia Barang/Jasa memberikan Jaminan Pemeliharaan kepada pemilik proyek setelah pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai 100%.

Pencairan Jaminan Pelaksana dilakukan apabila penyedia tidak melaksanakan Kontrak, tidak menyelesaikan pekerjaan, atau tidak melaksanakan kewajiban dalam masa pemeliharaan.

 

Bagaimana cara mendapatkan jaminan Surety Bond?

Dari uraian di atas terlihat bahwa tidak mudah untuk mengurus jaminan surety Bond. Cara terbaik untuk  mendapatkan Surety Bond adalah melalui bantuan dari perusahaan broker asuransi resmi yang terdaftar di OJK.

Ingat, tidak semua perusahaan yang mengaku broker adalah broker asuransi resmi. Untuk memastikan anda perlu mengecek status mereka di website Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Pialang Reasuransi Indonesia (APPARINDO) atau di website Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika nama perusahaan tersebut tidak ada, maka mereka bukan perusahaan broker asuransi resmi.

Apa keuntungan dengan menggunakan jasa broker asuransi resmi?

  • Banyak sekali keuntungan yang anda dapatkan dengan menggunakan jasa broker asuransi antara lain sebagai berikut:
  • Anda mendapatkan konsultasi asuransi yang lengkap, karena setiap perusahaan broker asuransi wajib memiliki  ahli asuransi yang diakui oleh OJK dan BNSP
  • Memiliki kebebasan memilih perusahaan asuransi yang terbaik karena broker tidak terikat dengan satu perusahaan asuransi saja
  • Anda mendapatkan perlindungan atas kesalahan dan kelalaian dari broker, karena broker asuransi melindungi dirinya dengan polis asuransi Professional Liability
  • Perusahaan broker asuransi wajib mempunyai aset minimal Rp. 3 milyar, untuk memastikan agar Anda mendapatkan pelayanan yang maksimal
  • Broker asuransi mampu mendapatkan biaya premi yang paling kompetitif karena mempunyai bargaining position yang lebih baik dengan perusahaan asuransi.

Apa kerugiannya jika tidak menggunakan perusahaan broker asuransi resmi?

Kebalikan dari hal-hal tertulis diatas.

Ingin bertanya ke Call Center L&G Risk?

Coba langkah-langkah selanjutnya berikut:
Ajukan pertanyaan dengan mengirim pesan/email
Isi Form Pertanyaan  
Hubungi kami melalui
Hotline 24jam (Call/Chat/SMS)

Whatsapp Kami 0811-8507-773 

   Kembali ke Glosari Asuransi
FREE Consultation
0812-8401-9840
Whatsapp 24/7
0811-8507-773
Contact the Expert
0812-8401-9840
Call Center 24/7
0811-8507-773
Hi...
OJK Registered KEP-667/KM.10/2012
Or
Welcome to the Indonesia's leading insurance broker.
Looking for HIGH QUALITY Insurance
at a LOW COST ?
Contact Us NOW!
Hi...
Or
OJK Registered KEP-667/KM.10/201
Welcome to the Indonesia's leading insurance broker.
Looking for HIGH QUALITY Insurance
at a LOW COST ?
Contact Us NOW!
Thank You
We will call you immediately
Thank You
We will call you immediately