General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 2.8 - Property All Risk (PAR)


Save Your Time & Call Us Now

HOTLINE 24/7

0811-8507-773

(Whatsapp - Call - SMS)
Property All Risk (PAR)

General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 2.8 - Property All Risk (PAR)


Polis asuransi Property All Risks (PAR) menjamin semua risiko kerugian fisik, kehancuran atau kerusakan pada harta benda yang dipertanggungkan yang terjadi selama jangka waktu polis dan tunduk pada syarat, ketentuan dan pengecualian tertentu. Polis ini memberikan jaminan  pertanggungan yang lebih luas dibandingkan polis asuransi Fire and Allied Perils. Polis PAR dapat dibuat secara khusus tergantung pada profesi klien dan kebutuhan mereka.

Aset yang cocok dijamin oleh polis PAR antara lain adalah berbagai jenis hotel mulai dari  Chain Scales, Star Ratings, Niche Hotel Types, Regional Accommodations, Unique Hotel Concepts,Hotel Alternatives, Motel,Resort hotel, Inn, Extended stay hotel, Guest house, Farm stay dan lain-lain. Selain itu polis PAR juga sangat cocok untuk semua jenis shopping mall, supermarket, apartment, office building, convention hall, rumah mewah, restaurant dan lain-lain.

Untuk memahami isi dari polis asuransi PAR, sebagai broker asuransi atau pialang asuransi kami telah membuat penjelasan lengkap dalam bentuk “bedah polis” mulai dari awal sampai akhir. Agar Anda paham semua isinya harap dibaca keseluruhannya.

Jika Anda tertarik segera dibagikan kepada rekan-rekan Anda agar mereka juga paham seperti Anda.


Bagian dari polis PAR berikut ini:

Sum(s) Insured

Special Exclusions to Section 2.8.

2.8 shrinkage, evaporation, loss of weight, change in flavour, colour, texture or finish, action of light

 


2.8 penciutan, penguapan, kehilangan berat, perubahan rasa, warna, tekstur atau lapisan penutup, pengaruh cahaya

 


Penjelasan Tambahan

Alasan polis asuransi Property All Risks tidak menjamin resiko akibat terjadinya penciutan, penguapan, kehilangan berat, perubahan rasa, warna, tekstur atau lapisan penutup, pengaruh cahaya sangat jelas, adalah karena hal ini tidak menyebabkan kerasakan dan perubahan secara fisik. Selain itu penyebab dari kerusakan ini juga terjadi bukan secara tiba-tiba.

Namun demikian untuk menambah pemahaan Anda tentang resiko-resiko ini kami akan tulisakan beberapa informasi tambahan agar Anda lebih paham, semoga bermanfaat.

Penyusutan dan penciutan pada beton

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa beton merupakan hasil pencampuran semen, air dan agregat (halus dan kasar). Semen bereaksi dengan air dan membentuk pasta (lem) yang menutupi dan mengikat agregat. Salah satu sifat beton yang menjadi perhatian khusus adalah susut “regangan susut kepada ahli struktur”.

Penyusutan beton didefinisikan sebagai pengurangan volume melalui waktu, dan terutama disebabkan oleh pergerakan air dalam struktur berpori beton dan reaksi kimia. Pengosongan pori akibat pergerakan air menimbulkan tegangan tarik yang menarik pasta semen lebih dekat sehingga menyebabkan susut, sedangkan reaksi kimia menghasilkan produk yang volumenya lebih kecil dari volume bahan awalnya.

Penyusutan dapat dibagi menjadi dua fase:

  • Penyusutan usia dini, yang terjadi pada 24 jam pertama dan;
  • Penyusutan jangka panjang, yang terjadi setelah 24 jam.

Secara umum, untuk campuran beton dengan rasio air-semen lebih besar dari 0,42, susut usia dini terutama disebabkan oleh reaksi hidrasi kimia, sedangkan susut jangka panjang dikaitkan dengan pertukaran air dan penguapan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyusutan

Nilai regangan susut sangat tergantung pada sifat-sifat campuran beton:

Penyusutan terjadi karena perubahan volume pasta. Sebaliknya, agregat kasar menolaknya. Dengan demikian, campuran beton dengan kandungan agregat kasar yang lebih tinggi akan memiliki regangan susut yang lebih rendah selama agregat memiliki modulus elastisitas dan permukaan kasar yang tinggi.

Bahan Tambahan Semen (Supplementary Cementitious Materials/SCMs) seperti silica fume, fly ash dan ground granulated blast furnace slag, mempengaruhi regangan susut karena penambahannya memperhalus struktur pori pasta semen, sehingga menghasilkan bahan yang lebih kaku dan kuat. [Catatan: hasil pemurnian pori adalah peningkatan tegangan kapiler dan karenanya lebih banyak penyusutan autogenous. Selain itu, peningkatan jumlah SCM ditemukan untuk meningkatkan penyusutan, baik autogenous dan pengeringan, karena berat jenis bahan ini lebih kecil dari semen portland biasa.]

Campuran beton yang memiliki rasio air-semen yang lebih tinggi akan lebih berpori dan karenanya akan memiliki susut pengeringan yang lebih tinggi dan susut autogenous yang lebih rendah.

Kerusakan karena Penyusutan

Pada usia awal beton, regangan susut dan tegangan yang dihasilkan dapat menyebabkan inisiasi dan penyebaran retakan, yang memfasilitasi masuknya air dan zat berbahaya lainnya ke dalam beton dan selanjutnya, mengurangi daya tahan beton.

Dari aspek struktural, baik susut awal maupun susut jangka panjang dapat menyebabkan hasil yang tidak diinginkan seperti tegangan sisa, hilangnya gaya prategang, dan pengurangan momen inersia, yang pada gilirannya mempengaruhi kemampuan layan dan defleksi.

Penyusutan tidak mempengaruhi komponen struktur beton jika elemen tersebut bebas menyusut. Akan tetapi, elemen beton selalu ditahan baik oleh elemen struktur lain maupun penyangganya. Pembatasan ini menimbulkan tegangan tarik pada beton yang menyebabkan keretakan bila besarnya melebihi kuat tarik beton.tensile strength.

Apa itu Kerugian Material dalam Akuntansi Biaya?

Kerugian material selama penanganan, penyimpanan atau manufaktur disebut sebagai kerugian material dalam akuntansi biaya. Kerugian material dapat kita klasifikasikan menjadi dua bagian yaitu kerugian normal dan kerugian tidak normal.

Kerugian Normal: Kerugian yang tidak dapat dihindari disebut kerugian Normal. Kerugian material yang normal tidak dapat sepenuhnya dihindari tetapi dapat dikendalikan sampai batas tertentu. Kerugian ini ditransfer ke biaya overhead pabrik. Contoh kerugian material adalah sebagai berikut:

  • Kerugian karena penguapan
  • Kerugian karena bongkar muat
  • Kerugian karena melanggar massal dll.

Untuk polis asuransi Property All Risks (PAR), selalu gunakan jasa broker asuransi

Penerbitan polis asuransi PAR yang terbaik memerlukan keahlian asuransi dan pengetahuan teknis mengenai property. Broker Asuransi adalah ahli asuransi yang mempunyai pengetahun, bersertifikat ahli asuransi dan mempunyai pengalaman sehingga mampu merancang polis asuransi PAR yang terbaik untuk Anda.

Broker asuransi juga membantu Anda secara tuntas jika terjadi klaim.

Hubungi L&G sekarang juga!

Bedah Polis Asuransi

Property All Risk (PAR):
  1. Preambule Polis PAR
  2. General Exclusions applying to all Sections
  3. General Exclusions 1. War Exclusions
  4. General Exclusions 2.2. The Radioactive Toxic
  5. General Exclusions 3. Wilful act or wilful negligence
  6. General Exclusion 4. Total or partial cessation of work
  7. General Condition applying to all Sections 1. Definition
  8. General Condition 2. Policy Voidable
  9. General Condition 3. Alteration
  10. General Condition 4. Warranties
  11. General Condition 5. Reasonable Precautions
  12. General Condition 6. Right of Inspection
  13. General Condition 7.1. Claims Procedure
  14. General Condition 7.2. Abandon any property
  15. General Condition 7.3. Terms and Conditions Compliance
  16. General Condition 7.4. Fraud
  17. General Condition 8. Indemnification
  18. General Condition 8.2. Payment on Account
  19. General Condition 8.3. Withhold Indemnification
  20. General Condition 9. Interest Payments
  21. General Condition 10. Arbitration
  22. General Condition 11. Subrogation
  23. General Condition – 12. Other Insurance
  24. General Condition 13. Period of Insurance
  25. General Condition 14 – Average Section II a
  26. General Condition 14. Average Section II b
  27. General Condition 15. Deductibles
  28. General Condition 16. Sum(s) Insured
  29. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 1.1
  30. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 1.2
  31. General Condition 16. Sum (s) Insured Special Exclusions to Section 1.3
  32. General Condition 16. Sum (s) Insured Special Exclusions to Section 1.4
  33. General Condition 16. Sum (s) Insured Special Exclusions to Section 1.5
  34. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 1.6
  35. [:en]General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 1.7[:]
  36. [:en]General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 1.8[:]
  37. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 1.9
  38. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 2.2.
  39. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 2.3.
  40. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 2.4.
  41. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 2.6.
  42. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 2.7
  43. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 2.8
  44. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 2.9
  45. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Exclusions to Section 2.10
  46. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Condition to Section I.1
  47. 16. Sum(s) Insured Special Condition to Section I.2
  48. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Condition to Section I.2.2.2
  49. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Condition to Section I.2.2.4
  50. General Condition 16. Sum(s) Insured Special Condition to Section I.3.3.2

Jangan Buang Waktu Anda & Hubungi Kami Sekarang!

Hotline 24jam (Call/Chat/SMS)
Whatsapp Kami 0811-8507-773 
Ajukan pertanyaan dengan mengirim pesan/email
Isi Form Pertanyaan  

   Kembali ke Bedah Polis Property All Risk (PAR)
Whatsapp 24/7
0811-8507-773
Whatsapp 24/7
0811-8507-773
Call Center 24/7
0811-8507-773
Request
a Quote
Our Location