Perils 15.1. Bottom Treatment – Grit blasting and/or other surface preparation - Marine Hull Insurance


Save Your Time & Call Us Now

HOTLINE 24/7

0811-8507-773

(Whatsapp - Call - SMS)
Marine Hull Insurance

Perils 15.1. Bottom Treatment – Grit blasting and/or other surface preparation - Marine Hull Insurance


Marine Hull Institute Time Clause 1/10/83 CL 280

Apa itu polis asuransi Marine Hull?

Polis asuransi Marine Hull atau diterjemahkan dengan Asuransi Rangka Kapal adalah program asuransi yang menjamin kerusakan dan kehilangan atas kapal laut akibat dari resiko-resiko yang disebutkan di dalam polis. Adapun resiko utamanya adalah bahaya laut (perils of the sea)

Kenapa Anda memerlukan jaminan asuransi Marine Hull?

Bahaya laut (marine risks) adalah resiko yang paling sering terjadi dan semakin resikonya semakin besar karena adanya perubahan iklim. Resiko laut antara lain, ombak besar, badai, pembajakan, terdampar, tabrakan kapal dan lain-lain. Jika terjadi kecelakaan akibatnya bisa sangat besar seperti kapal rusak dan kapal tenggelam.

Siapa yang memerlukan asuransi Marine Hull?

Pemilik kapal adalah pihak yang paling berkepentingan untuk mengasuransikan kapalnya. Selain itu adalah pihak pencharter atau penyewa, pihak bank atau pihak yang membiayai kapal tersebut. Dan pihak-pihak lain-lain secara hukum berkepentingan terhadap kapal tersebut.

Bagaimana cara mendapatkan asuransi Marine Hull?

Cara paling tepat untuk mendapatkan jaminan asuransi Marine Hull dengan menggunakan jasa perusahaan broker asuransi yang sekaligus sebagai konsultan asuransi. Broker asuransi resmi mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seperti apa jaminan asuransi Marine Hull?

Untuk mengetahui secara lengkap seperti apa jaminan asuransi Marine Hull, berikut ini  uraikan secara rinci dari masing-masing persyaratan dan ketentuan dari polis asuransi. Baca dan Ikuti dari bagian pertama hingga penjelasan terakhir agar Anda benar-benar paham. Bagikan informasi ini kepada rekan-rekan Anda agar mereka juga paham seperti dengan Anda.

 


1/10/83

(FOR USE ONLY WITH THE NEW MARINE POLICY FORM)

INSTITUTE TIME CLAUSES HULLS

 

15. BOTTOM TREATMENT

In no case shall a claim be allowed in respect of scraping gritblasting and/or other surface preparation or painting of the Vessel’s bottom except that:

15.1. Grit blasting and/or other surface preparation of new bottom plates ashore and supplying and applying any “shop” primer thereto

 


1/10/83

(HANYA DIPAKAI DENGAN BENTUK POLIS BARU)

KLAUSULA-KLAUSULA INSTITUT UNTUK PERTANGGUNGAN RANGKA KAPAL ATAS DASAR JANGKA WAKTU

 

15. PERLAKUAN TERHADAP BAGIAN BAWAH KAPAL

Dalam hal apapun klaim yang berkenaan dengan pengerokan, penyemprotan pasir dan/ atau penyiapan lainnya dan/ atau pengecatan bagian bawah Kapal Yang Dipertanggungkan Tidak dapat diklaim bahwa:

15.1 penyemprotan pasir dan/ atau penyiapan lainnya permukaan pelat-pelat baru bagian bawah Kapal tersebut dan pemberian dan pemakaian cat dasar/anti karat pada permukaan pelat-pelat tersebut

 


Penjelasan Tambahan

Polis asuransi kapal atau marine hull insurance mengganti biaya perbaikan kapal termasuk biaya pembersihan bagian kapal dengan cara blasting dengan menyemprotkan dengan tekan tinggi kepada permukaan rangka di bagian bawah.

Akan tetapi untuk kapal baru biaya penyemprotan pasir atau sand blasting tidak dapat diganti oleh polis asuransi rangka kapal.

Untuk informasi lebih lanjut berikut ini ami tuliskan beberapa referensi dari nasa sumber. Jika Anda tertarik dengan tulisan  ini silahkan dibagikan kepada rekan-rekan Anda agar mereka juga paham seperti Anda.

Pada bagian bawah dari tulisan ini  lampirkan pula link dari nara sumber.

Referensi

Apa Arti Grit Blasting?

Grit blasting adalah proses di mana partikel abrasif dipercepat dan diarahkan secara paksa ke permukaan. Partikel abrasif berkecepatan tinggi ini menghilangkan kontaminan dari permukaan material dan mengkondisikan permukaan untuk finishing selanjutnya.

Dampak grit pada permukaan logam menempatkan lapisan permukaan ke dalam kompresi, dan efek ini dapat bermanfaat, misalnya, dalam mengurangi retak korosi tegangan pada alumin.

Corrosionpedia Menjelaskan Peledakan Grit

Grit blasting sebagai teknik pembersihan abrasif atau persiapan permukaan menggunakan partikel tajam. Dalam teknik ini, permukaan yang dimaksud ditumbuk dengan kecepatan tinggi oleh partikel keras bersudut sedemikian rupa sehingga material yang tidak diinginkan pada permukaan dihilangkan, dan permukaan logam aktif yang bersih terbuka. Ini mencakup proses seperti penghilangan kerak, korosi, cat dan film permukaan lainnya.

Metode proyeksi mekanis

Peledakan pasir melakukan beberapa fungsi secara bersamaan. Ini menghilangkan skala pabrik, karat, cat lama dan kontaminan lainnya, meskipun minyak dan lemak harus dihilangkan sebelum pembersihan ledakan. Hal ini juga digunakan untuk menghilangkan pasir dan kerak dalam fettling coran, dan untuk dressing stamping dan billet, dll. Ini sering digunakan untuk mempersiapkan permukaan sebelum pengelasan (penghilangan kerak, karat atau cat), dan sesudahnya untuk meningkatkan daya rekat pelapis (seperti cat, atau galvanisasi). Tak satu pun dari proses shot blast, bead blast, atau sand blast menghasilkan permukaan yang sesuai untuk aplikasi pelapisan berikutnya seperti grit blasting. Bahkan baja yang terang akan memiliki lapisan oksida besi pada permukaan di area yang dilas, dan pelapis tidak menempel pada oksida yang dihasilkan pada tepi api atau potongan laser.

Peledakan pasir akan meningkatkan luas permukaan dengan menghasilkan permukaan yang ditutupi dengan puncak dan palung kecil. Karena puncak dipukul berulang kali oleh pasir, permukaan ditutupi dengan kait kecil di mana puncak telah ditekuk. Oleh karena itu, penyikatan kawat, pengamplasan atau perawatan kimia tidak memiliki efek yang sama seperti peledakan pasir.

Memahami Rancangan Struktur Bagian Bawah Kapal

Salah satu bagian yang paling integral dari kapal adalah struktur bawahnya. Hal ini dirancang tidak hanya untuk memberikan lambung kekuatan yang dibutuhkan untuk menahan berat kargo tetapi juga untuk menahan beban hidrostatik eksternal yang bekerja di bagian bawah lambung.

Lambung kapal pada dasarnya terdiri dari pelat bengkok yang dilas menjadi satu. Jika pelat ini tidak dikakukan, momen lentur pada pelat akibat beban dapat melebihi nilai tegangan yang dapat ditahan oleh material, dan karenanya menyebabkan kegagalan. Jadi, pelat dikakukan (atau modulus penampangnya ditingkatkan) dengan menambahkan pengaku padanya.

Sekarang, ada dua cara dasar untuk membuat kapal menjadi kaku:

  1. Penguatan melintang
  2. Penguatan Membujur

Penguatan Transversal atau Pembingkaian Transversal: Ini dilakukan di kapal yang panjangnya kurang dari 120 meter. Dalam penguatan melintang, berjalan seiring dengan lebar kapal. Longitudinal Stiffening atau Longitudinal Framing: Jenis framing ini menggunakan pengaku yang berjalan membujur, yaitu sepanjang kapal, dan digunakan di semua kapal laut yang memiliki panjang lebih dari 120 meter. Detailnya akan disinggung di bagian selanjutnya dari artikel ini.

Sekarang setelah kita memiliki gagasan tentang dua jenis pembingkaian, kita perlu membiasakan diri dengan kategorisasi lain dari pembingkaian struktur bawah di kapal:

Bawah Tunggal (Single Buttom)

Biasanya, semua kapal yang lebih kecil memiliki alas tunggal, karena tidak memerlukan alas ganda untuk menahan beban muatan. Di kapal-kapal ini, pelat lantai sendiri bertindak sebagai anggota pengaku dari pelapis cangkang bawah. Lantai pelat merupakan pelat berjalan melintang pada setiap jarak bingkai.

Kapal bawah tunggal (Vessel Single Buttom)

Perhatikan bagaimana tepi atas masing-masing pelat diberi flange untuk meningkatkan kekuatan lentur lantai pelat. Sekarang, kembali ke dasar untuk sementara waktu.

Ketika tekanan hidrostatik di bawah kulit bawah memberikan momen lentur di kulit bawah, lantai pelat menerima tegangan lentur.

Jadi, perancang memperlakukan semua komponen struktur yang menerima tegangan lentur sebagai balok. Secara empiris, momen lentur pada balok meningkat dengan bertambahnya bentang. Jadi, bagaimana jika kita dapat mengurangi bentang lantai pelat untuk lebih meningkatkan kapasitas tegangannya?

Inilah sebabnya mengapa girder interkostal digunakan (lihat gambar). Namun jumlah balok antar tulang rusuk akan meningkat dengan bertambahnya balok kapal karena itu juga akan mengakibatkan bertambahnya panjang pelat lantai.

Langit-langit kayu yang seragam disediakan di atas semua lantai pelat, untuk menyediakan penyimpanan kargo. Tapi itu tidak membuatnya menjadi struktur dasar ganda karena kayu tidak akan menerima tekanan apa pun yang diberikan ke struktur bawah.

Bawah Ganda (Double Buttom)

Semua kapal yang berlayar di laut memiliki dasar ganda. Dalam susunan struktural seperti itu, tank top disediakan di atas pelat dan lantai braket. Lantai braket sedikit berbeda dari lantai plat, karena lantai tersebut tidak terdiri dari satu plat tunggal yang berjalan di atas kapal, tetapi hanya braket di ujung port dan kanan, dengan penyangga yang menopang tank top dengan cangkang bawah.

Lantai braket sebagian besar ditempatkan di setiap bingkai, dan lantai pelat umumnya ditempatkan di setiap tiga hingga empat ruang bingkai. Ruang di dalam double bottom (yaitu antara tank top, dan outer bottom shell) digunakan untuk membawa ballast, bahan bakar minyak, minyak kotor, air tawar, dan bahan habis pakai lainnya.

Untuk jaminan asuransi kapal selalu gunakan jasa perusahaan broker asuransi

Seperti yang Anda lihat di atas bahwa begitu banyak informasi dan pengetahuan yang diperlukan untuk mendapatkan jaminan asuransi Kapal  Kapal yang terbaik. Diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang luas sayangnya tidak semua orang mempunyai kemampuan seperti itu.

Cara terbaik adalah dengan menggunakan jasa broker asuransi yang berpengalaman di bidang asuransi Marine Hull Insurance. Salah satu perusahaan broker asuransi yang sudah dipercaya oleh banyak perusahaan kapal di Indonesia adalah L&G Insurance Broker.

Untuk semua keperluan asuransi Anda hubungi L&G sekarang juga!


Source:

Bedah Polis Asuransi

Marine Hull Insurance:
  1. Navigation 1.1
  2. Navigation 1.2
  3. Navigation 1.3
  4. Continuation
  5. Breach Of Warranty
  6. Termination 4.1
  7. Termination 4.2
  8. Assignment
  9. Perils 6.1.1. Perils Of The Seas Rivers Lakes Or Other Navigable Waters
  10. Perils 6.1.2. Fire, Explosion
  11. Perils 6.1.3. Violent theft by persons from outside the Vessel
  12. Perils 6.1.4. Jettison
  13. Perils 6.1.5. Piracy
  14. Perils 6.1.6. Breakdown of or Accident To Nuclear Installations Or Reactors
  15. Perils 6.1.7. Contact With Aircraft Or Similar Objects, Or Objects Failing Therefrom, Land Conveyance, Dock Or Harbour Equipment Or Installation
  16. Perils 6.1.8. Earthquake Volcanic Eruption Or Lightning
  17. Perils 6.2.1. Accidents In Loading Discharging Or Shifting Cargo Or Fuel
  18. Perils 6.2.2. Bursting Of Boilers Breakage Of Shafts Or Any Latent Defect In The Machinery Or Hull
  19. Perils 6.2.3. Negligence Of Master Officers Crew Or Pilots
  20. Perils 6.2.4. Negligence Of Repairers Or Charterers Provided Such Repairers Or Charterers Are Not An Assured Hereunder
  21. Perils 7. Pollution
  22. Perils 8.1.1. Collision Liability Loss of or Damage
  23. Perils 8.1.2. Collision Liability Delay to or Loss
  24. Perils 8.1.2. Collision Liability General Average Of, Salvage Of, Or Salvage Under Contract
  25. Perils 8.2.1. Where the insured Vessel is in collision with another
  26. Perils 8.2.2. In No Case Shall The Underwriters’ Total Liability
  27. Perils 8.3. The Underwriters will also pay three-fourths of the legal costs incurred by the Assured
  28. Perils 8.4.1. Removal Or Disposal Of Obstructions, Wrecks
  29. Perils 8.4.2. Any Real Or Personal Property Or Thing Whatsoever Except Other Vessels Or Property On Other Vessels
  30. Perils 8.4.3. The Cargo Or Other Property On, Or The Engagements Of, The Insured Vessel
  31. Perils 8.4.4. Loss of life, personal injury or illness
  32. Perils 8.4.5. Pollution or contamination
  33. Perils 9. Sistership
  34. Perils 10.1. Notice Of Claim And Tenders In the event of accident
  35. Perils 10.2. Notice Of Claim And Tenders The Underwriters
  36. Perils 10.3. Notice Of Claim And Tenders The Underwriters may also take tenders
  37. Perils 10.4. Notice Of Claim And Tenders In the event of failure to comply
  38. Perils 11.1. General Average And Salvage This insurance covers the Vessel’s proportion of salvage
  39. Perils 11.2. General Average And Salvage Adjustment to be according to the law
  40. Perils 11.3. General Average and Salvage When the Vessel sails in ballast, not under charter
  41. Perils 11.4. General Average and Salvage – No claim under this Clause 11
  42. Perils 12.1. Deductible No claim arising from a peril
  43. Perils 12.2. Deductible – Claims For Damage By Heavy Weather
  44. Perils 12.3. Deductible – Excluding Any Interest Comprised Therein
  45. Perils 12.4. Deductible – Interest comprised
  46. Perils 13.1. Duty Of Assured (Sue And Labour) – In case of any loss or misfortune
  47. Perils 13.2. Duty Of Assured (Sue And Labour) – Subject to the provisions below and to Clause 12
  48. Perils 13.3. Duty Of Assured (Sue And Labour) – Measures taken by the Assured or the Underwriters
  49. Perils 13.4. Duty Of Assured (Sue And Labour) – When expenses are incurred pursuant to this Clause 13
  50. Perils 13.5. Duty Of Assured (Sue And Labour) – When a claim for total loss of the Vessel
  51. Perils 13.6. Duty Of Assured (Sue And Labour) – The sum recoverable under this Clause 13
  52. Perils 14. New For Old
  53. Perils 15.1. Bottom Treatment – Grit blasting and/or other surface preparation
  54. Perils 15.2. Bottom Treatment – Gritblasting And/Or Other Surface Preparation Of: The Butts
  55. Perils 15.3. Bottom Treatment – Supplying And Applying The First Coat Of Primer/Anti -Corrosive
  56. Perils 16. Wages And Maintenance
  57. Perils 17. Agency Commission
  58. Perils 18.1. Unrepaired Damage – The measure of indemnity
  59. Perils 18.2. Urepaired Damage –
  60. Perils 18.3. Unrepaired Damage – The Underwriters shall not be liable
  61. Perils 19.1. Constructive Total Loss – In ascertaining whether the Vessel
  62. Perils 19.2. Constructive Total Loss – No Claim For Constructive Total Loss Based Upon The Cost Of Recovery
  63. Perils 20. Freight Waiver
  64. Perils 21.1.1. Disbursements Warranty – Disbursements, Managers’ Commissions, Profits or Excess
  65. Perils 21.1.2. Disbursements Warranty – Freight, Chartered Freight Or Anticipated Freight, Insured For Time
  66. Perils 21.1.3. Disbursements Warranty – Freight Or Hire, Under Contracts For Voyage
  67. Perils 21.1.4. Disbursements Warranty – Anticipated Freight if the Vessel sails in ballast
  68. Perils 21.1.5. Disbursements Warranty – Time Charter Hire or Charter Hire for Series of Voyages
  69. Perils 21.1.6. Disbursements Warranty – Premiums
  70. Perils 21.1.7. Disbursements Warranty – Returns of Premium
  71. Perils 21.1.8. Disbursements Warranty – Insurance irrespective of amount against
  72. Perils 21.2. Disbursements Warranty – Warranted that no insurance
  73. Perils 22.1.1. Returns For Lay-Up And Cancellation – Pro rata monthly net for each uncommenced month
  74. Perils 22.1.2. Returns For Lay-Up And Cancellation – For each period of 30 consecutive days the Vessel
  75. Perils 22.2.1. Returns For Lay-Up And Cancellation – A Total Loss Of The Vessel
  76. Perils 22.2.2. Returns For Lay-Up And Cancellation – In No Case Shall A Return Be Allowed When The Vessel
  77. Perils 22.2.3. Returns For Lay-Up And Cancellation – Loading Or Discharging Operations
  78. Perils 22.2.4. Returns For Lay-Up And Cancellation – In The Event Of Any Amendment Of The Annual Rate
  79. Perils 22.2.5. Returns For Lay-Up And Cancellation – In The Event Of Any Return Recoverable Under This Clause 22
  80. Perils 23.1. War Exclusion – War Civil War Revolution Rebellion Insurrection
  81. Perils 23.2. War Exclusions – Capture Seizure Arrest Restraint Or Detainmen
  82. Perils 23.3. War Exclusions – Derelict mines torpedoes bombs or other derelict weapons of war.
  83. Perils 24.1. Strike Exclusion – Strikers, Locked-out workmen
  84. Perils 24.2. Strike Exclusion – Any Terrorist Or Any Person Acting From A Political Motive
  85. Perils 25.1. Malicious Acts Exclusion – The Detonation Of An Explosive
  86. Perils 25.2. Malicious Acts Exclusion – Any Weapon Of War And Caused By Any Person
  87. Perils 26. Nuclear Exclusion

Jangan Buang Waktu Anda & Hubungi Kami Sekarang!

Hotline 24jam (Call/Chat/SMS)
Whatsapp Kami 0811-8507-773 
Ajukan pertanyaan dengan mengirim pesan/email
Isi Form Pertanyaan  

   Kembali ke Bedah Polis Marine Hull Insurance
Whatsapp 24/7
0811-8507-773
Whatsapp 24/7
0811-8507-773
Call Center 24/7
0811-8507-773
Request
a Quote
Our Location