Seperti yang sudah diketahui bersama, tingkat persaingan dalam memenangkan sebuah proyek konstruksi kini semakin ketat. Hal ini disebabkan karena jumlah proyek yang ditenderkan sangat terbatas, akan tetapi peserta tender yang jumlahnya semakin bertambah.

Selain hal itu, anggaran biaya yang disediakan oleh pemilik proyek kini nilainya semakin ketat, sehingga peserta tender harus benar-benar menghitung dengan benar agar harga yang ditawarkan bisa masuk dan bahkan harganya di bawah dari estimasi yang telah dihitung oleh pemilik proyek.

Terdapat salah satu komponen biaya yang perlu dihitung secara seksama adalah biaya asuransi. Mungkin saja karena porsi biaya asuransi yang terbilang kecil, hal ini sering tidak menjadi prioritas. Akibatnya kontraktor kalah karena nilai penawarannya tinggi dan setelah dievaluasi hal itu akibat biaya premi yang dimasukkan ke dalam harga penawaran terlalu tinggi.

Untuk menghitung biaya asuransi yang paling efisien untuk suatu proyek, berikut ini akan kami sampaikan beberapa tips agar Anda bisa memenangkat dalam setiap tender:

  1. Pelajari Aspek Risiko, Asuransi dan Jaminan

Pada setiap dokumen tender biasanya hampir selalu tercantum aspek asuransi, jaminan dan tanggung jawab. Pelajari lebih lanjut dari masing-masing aspek dan tentukan bagian mana yang akan menjadi tanggung jawab Anda sebagai kontraktor, serta bagian mana saja yang akan menjadi tanggung jawab dari owner pemberi kerja.

  1. Klarifikasi pasal Asuransi Saat Aanwijzing – Penjelasan Tender

Aanwijzing adalah penjelasan awal sebelum pekerjaan atau tender yang dilakukan. Dalam bahasa Inggris biasa dikenal dengan istilah “TOR” = Term of Reference. Usahakan hadir pada saat acara Aanwijzing dan tanyakan secara detail mengenai pasal asuransi yang ada di dalam dokumen tender. Jika perlu hadir bersama dengan konsultan atau broker asuransi rekanan anda untuk memastikan segala aspek yang berkaitan dengan asuransi.

  1. Minta Pendapat dari Broker Asuransi

Kirimkan kepada broker asuransi bagian-bagian penting dari detail proyek khususnya yang berkaitan dengan jaminan dan asuransi antara lain informasi sebagai berikut:

  • Scope of works
  • Project Schedule
  • Detail mengenai jaminan/garansi yang diminta (jaminan tender, jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka dan lain-lain)
  • Detail mengenai jaminan asuransi yang diperlukan
  • Batas waktu pemasukan tender
  1. Dapatkan Estimasi Biaya Asuransi dari Broker Asuransi

Broker asuransi sudah ahli dan profesional dalam menguasai bidang engineering, Procurement and Construction (EPC), sehingga akan mampu dalam memberikan estimasi biaya premi asuransi yang paling efisien untuk semua jaminan dan asuransi yang diperlukan untuk proyek. Gunakan estimasi yang diberikan agar biaya asuransi kompetitif dan tidak terlalu rendah.

  1. Bid Bond – Jaminan Tender

Bid Bond adalah persyaratan penting di setiap tender konstruksi. Ada dua jenis Bid Bond, pertama yang diterbitkan oleh asuransi disebut juga dengan Surety Bond dan yang kedua yang diberikan oleh bank Bank Garansi. Dari segi biaya, Surety Bond jauh lebih rendah. Oleh karena itu usahakan agar setiap tender pihak owner setuju untuk menggunakan Surety Bond.

  1. Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan Uang Muka

Setelah Anda memenangkan proyek maka hal pertama yang harus dipenuhi adalah Jaminan Pelaksanaan (Jampel) atau Performance Bond. Jaminan ini juga bisa diterbitkan dalam dua bentuk yaitu Surety Bond dan Bank Garansi. Tapi jika pihak owner hanya menginginkan bank garansi, solusinya adalah Kontra Bank Garansi.  Kontra Bank Garansi adalah hasil kerjasama antara bank dan asuransi. Bank yang menerbitkan Bank Garansi, sama seperti bank garansi biasa akan tetapi dana yang ditahan disediakan oleh perusahaan asuransi, bukan semuanya dana Anda. Hal ini sangat membantu cashflow Anda.

  1. Asuransi Proyek (CAR/EAR/TPL) dll

Segera setelah Anda diumumkan menjadi pemenang tender, semua jaminan asuransi yang dipersyaratkan agar segera dipersiapkan dengan meminta broker asuransi untuk menyampaikan penawaran jaminan asuransinya. Biaya premi yang diberikan sebelumnya masih berbentuk estimasi, minta broker asuransi untuk mengirimkan penawaran yang pasti.

Biasanya setiap proyek memerlukan jaminan asuransi sebagai sebagai berikut:

  • Construction/Erection All Risks
  • Third Party Liability
  • Workmen’s Compensation Assurance (WCA) – BPJS Ketenagakerjaan
  • Contractor’s Plant and Equipment
  • Property All Risks
  • Lain-lain

Untuk diketahui bahwa polis asuransi kini menjadi dokumen wajib yang harus diserahkan oleh setiap kontraktor kepada pemberi kerja sebelum adanya pembayaran proyek. Hal ini sudah menjadi Standard Operation Procedure (SOP) di beberapa perusahaan seperti di Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas), perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas. Kontraktor Perusahaan Listrik Negara (PLN), kontrak Independent Power Producer (IPP) yang mempunyai kontrak Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN, perusahaan pertambangan dan lain-lain.

Karena demikian pentingnya fungsi asuransi di dalam sebuah proyek konstruksi, oleh karena itu perlu diperlukan bantuan dari ahli asuransi atau yang dikenal dengan broker asuransi  yang berpengalaman di bidang EPC.  Hubungi broker asuransi andalan anda sekarang juga.

Source : https://ligaasuransi.com/asuransi-adalah-kunci-kesuksesan-sebuah-proyek-konstruksi/

MENCARI PRODUK ASURANSI? JANGAN BUANG WAKTU ANDA DAN HUBUNGI KAMI SEKARANG JUGA

HOTLINE L&G 24 JAM: 0811-8507-773 (CALL – WHATSAPP – SMS)

website: lngrisk.co.id

E-mail: customer.support@lngrisk.co.id

Related Post

FREE Consultation
0812-8401-9840
Whatsapp 24/7
0811-8507-773
Contact the Expert
0812-8401-9840
Call Center 24/7
0811-8507-773