L&G Risk Registered by Otoritas Jasa Keuangan KEP-667/KM.10/2012

Ketahui Titik Lemah Bisnis Anda — Asesmen Gratis untuk 10 Penelepon Pertama hari ini.

Isi form di bawah untuk langsung mendapatkan asesmen risiko gratis dari tim ahli kami.
Atau silakan kirimkan ke email: halo@lngrisk.co.id

    OJK Registered KEP-667/KM.10/2012
    Ketahui Titik Lemah Bisnis Anda - Asesmen Gratis untuk 10 Penelepon Pertama Hari Ini
    Isi form di bawah untuk langsung mendapatkan asesmen risiko gratis dari tim ahli kami.

      Insurance News

      Silakan konsultasikan kebutuhan asuransi anda bersama kami

      Previous | Next

      Seiring dengan perluasan kerja sama dalam kerangka BRICS, perdagangan antara Indonesia dan Brasil menjadi semakin signifikan di sektor agribisnis dan rantai pasokan pangan. Berbeda dengan investasi infrastruktur atau manufaktur yang padat modal, hubungan Indonesia-Brasil terutama didorong oleh perdagangan komoditas jarak jauh dengan volume tinggi, termasuk kedelai, bungkil kedelai, turunan jagung, gula, daging sapi, kopi, dan bahan baku pakan ternak.

      Hubungan perdagangan ini sangat bergantung pada logistik dan sensitif terhadap margin keuntungan. Barang-barang menempuh perjalanan ribuan mil laut, seringkali dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, spesifikasi kualitas yang ketat, dan harga global yang berfluktuasi. Dalam konteks ini, risiko tidak terutama berasal dari operasi pabrik, tetapi dari transportasi laut, penurunan kualitas kargo, interpretasi kontrak, dan kinerja pihak lawan. Oleh karena itu, asuransi harus berfungsi tidak hanya sebagai perlindungan kargo, tetapi juga sebagai alat untuk menjaga margin keuntungan dan arus kas.

      Peluang BRICS: Brasil sebagai Kekuatan Utama di Sektor Agribisnis Hulu

      Kerja sama BRICS mendorong:

      1. Perdagangan komoditas penting antar negara-negara Selatan
      2. Ketahanan pangan melalui diversifikasi sumber pasokan.
      3. Mengurangi ketergantungan pada blok pemasok tradisional

      Bagi Indonesia dan Brasil, ini berarti:

      1. Brasil memasok komoditas pertanian dalam jumlah besar ke Indonesia.
      2. Indonesia berperan sebagai importir, pengolah, dan pasar konsumen utama.
      3. Penggunaan komoditas Brasil di pabrik pakan ternak, pengolahan makanan, dan bioindustri di Indonesia
      4. Hubungan perdagangan jangka panjang, bukan transaksi sekali waktu.

      Brasil termasuk salah satu pengekspor kedelai, gula, dan protein hewani terbesar di dunia. Indonesia, dengan populasi yang besar dan industri peternakan serta pangan yang berkembang, sangat bergantung pada pasokan yang stabil dan konsisten. Namun, semakin panjang rantai pasokan, semakin besar risiko yang terakumulasi antara tempat asal dan tujuan.

      Kesalahpahaman Utama: “Asuransi Kargo Laut Sudah Cukup.”

      Salah satu kesalahpahaman yang paling umum dalam perdagangan komoditas Indonesia-Brasil adalah keyakinan bahwa asuransi kargo laut standar sepenuhnya melindungi bisnis tersebut.

      Dalam praktiknya:

      Akibatnya, para pedagang mungkin hanya dapat memulihkan sebagian kecil dari kerugian finansial sebenarnya—atau bahkan tidak sama sekali—meskipun memiliki asuransi.

       

      Risiko Utama dalam Perdagangan Agribisnis Indonesia–Brasil

      1. Risiko Transit Laut Jarak Jauh

      Pengiriman barang dari Brasil ke Indonesia meliputi:

      Risiko meliputi:

      2. Kelembapan, Kontaminasi, dan Penurunan Kualitas

      Komoditas pertanian sangat rentan terhadap:

      3. Risiko Kontraktual dan Incoterms

      Perselisihan sering muncul mengenai:

      4. Risiko Keterlambatan dan Biaya Demurrage

      Keterlambatan dapat disebabkan oleh:

      Konsekuensinya meliputi:

      5. Amplifikasi Volatilitas Harga

      Harga komoditas berfluktuasi setiap hari. Kargo yang tiba terlambat atau kualitasnya menurun mungkin dijual dengan harga:

      6. Kredit Perdagangan dan Risiko Pihak Lawan

      Perdagangan Indonesia–Brasil seringkali melibatkan:

      Risiko meliputi:

      Mengapa Struktur Asuransi Standar Gagal Melindungi Pedagang Komoditas

      Banyak pedagang bergantung pada:

      Pengaturan ini gagal karena:

      Akibatnya, perusahaan mengasuransikan barang, tetapi bukan transaksinya.

      Struktur Asuransi Esensial untuk Perdagangan Agribisnis Indonesia–Brasil

      Program asuransi komprehensif harus mencakup:

      1. Asuransi Kargo Laut (Spesifik Komoditas)

      2. Asuransi Perputaran Stok

      3. Asuransi Kredit Perdagangan

      4. Keterlambatan Kargo dan Kehilangan Pasar (Selektif)

      5. Tanggung Jawab atas Barang yang Terkontaminasi

       

      Faktor-Faktor Spesifik Indonesia yang Memperkuat Risiko Komoditas

      Eksportir Brasil dan importir Indonesia harus memahami beberapa realitas lokal:

      1. Variabilitas Pelabuhan dan Infrastruktur

      Kepadatan pelabuhan dan standar penanganan bervariasi di seluruh Indonesia.

      2. Risiko Regulasi dan Inspeksi

      Impor produk pertanian tunduk pada:

      3. Kondisi Iklim

       

      Kesenjangan Tata Kelola: Asuransi Tanpa Pemahaman Komersial

      Indonesia memiliki kapasitas asuransi untuk risiko maritim, namun kerugian komoditas masih kurang diasuransikan karena:

      1. Asuransi diatur oleh tim logistik, bukan tim keuangan.
      2. Ketentuan kontrak tidak ditinjau bersamaan dengan kebijakan.
      3. Pemberitahuan klaim terlambat.
      4. Bukti dari survei masih belum lengkap.
      5. Kesenjangan tata kelola ini menyebabkan klaim ditolak atau dikurangi.

      Mengapa Pialang Asuransi Independen Sangat Penting dalam Perdagangan Komoditas

      Dalam perdagangan agribisnis Indonesia-Brasil, broker asuransi independen memberikan nilai strategis dengan cara:

      1. Menyelaraskan Incoterms, kontrak, dan cakupan asuransi
      2. Menyusun klausul kargo yang sesuai dengan komoditas
      3. Mengintegrasikan asuransi kelautan, saham, dan kredit.
      4. Mengkoordinasikan survei dan klaim di berbagai yurisdiksi.
      5. Melindungi margin pedagang selama sengketa
      6. Peran penasihat ini secara langsung mendukung arus kas dan stabilitas neraca keuangan.

      Ketika Asuransi Gagal, Margin Hilang

      Kerugian yang tidak diasuransikan atau diasuransikan secara tidak memadai menyebabkan:

      Dalam perdagangan komoditas, satu kerugian yang tidak diasuransikan dapat menghapus keuntungan dari beberapa pengiriman.

      Contoh Kasus Praktis (Ilustrasi)

      Muatan kedelai tiba dengan kerusakan akibat kelembapan setelah perjalanan panjang. Muatan tidak ditolak tetapi diberi diskon besar.

      Hasil:

      Dengan klausul komoditas yang disesuaikan dan cakupan perputaran stok, pemulihan bisa jauh lebih tinggi.

       

      Pelajaran Strategis bagi Para Pengambil Keputusan BRICS Indonesia–Brasil

      Para eksekutif dan pedagang harus menyadari:

      1. Risiko komoditas didorong oleh logistik.
      2. Kehilangan kualitas seringkali melebihi kehilangan fisik.
      3. Asuransi harus mengikuti transaksi, bukan hanya barang yang diangkut.
      4. Risiko kredit merupakan bagian dari risiko perdagangan.
      5. Konsultasi independen melindungi margin keuntungan.

      Kesimpulan: Dalam Perdagangan Agribisnis, Asuransi Melindungi Margin dan Likuiditas

      Kerja sama Indonesia-Brasil dalam kerangka BRICS memperkuat ketahanan pangan dan rantai pasokan agribisnis. Namun, perdagangan ini memusatkan risiko kelautan, kualitas, kontraktual, dan keuangan pada jarak yang jauh.

      Oleh karena itu, asuransi harus berfungsi sebagai mekanisme perlindungan margin dan likuiditas, bukan hanya sebagai polis kargo. Perusahaan yang memahami hal ini akan berdagang dengan percaya diri dalam skala besar. Perusahaan yang tidak memahaminya mungkin akan menemukan bahwa kargo yang diasuransikan tidak menjamin perdagangan yang menguntungkan.

      Libatkan L&G Insurance Broker untuk Perdagangan Agribisnis BRICS Indonesia–Brasil

      Bagi importir Indonesia, eksportir Brasil, dan pedagang komoditas yang beroperasi di bawah kerangka BRICS, konsultasi asuransi khusus sangat penting. L&G Insurance Broker bertindak sebagai mitra independen, mendukung klien melalui analisis risiko komoditas, penataan logistik maritim dan perbekalan, penempatan asuransi kredit perdagangan, dan manajemen penyelesaian klaim secara langsung. Dengan melibatkan L&G, bisnis memastikan asuransi melindungi tidak hanya pengiriman, tetapi juga margin, likuiditas, dan hubungan perdagangan jangka panjang.

      Artikel ini ditulis oleh Mhd. Taufik Arifin, ANZIIF (Snr. Assoc), CEO dan Pendiri L&G Insurance Broker, dengan pengalaman profesional lebih dari 43 tahun di bidang manajemen risiko dan asuransi di Indonesia. Beliau telah memberikan nasihat kepada pedagang komoditas, pengolah agribisnis, pabrik pakan ternak, produsen makanan, dan operator logistik mengenai struktur asuransi dan penyelesaian klaim yang melibatkan kehilangan kargo curah, kontaminasi, kerusakan akibat kelembapan, keterlambatan pengiriman, gagal bayar kredit perdagangan, dan sengketa kontrak. Pengalamannya mencerminkan kasus nyata di mana margin komoditas yang tipis dilindungi—atau dihancurkan—oleh kualitas asuransi dan manajemen klaim.

      JANGAN BUANG WAKTU ANDA DAN AMANKAN KEUANGAN DAN BISNIS ANDA DENGAN ASURANSI YANG TEPAT.

      HOTLINE L&G 24 JAM: 0811-8507-773 (TELEPON – WHATSAPP – SMS)

      Situs web: lngrisk.co.id 

      Email: halo@lngrisk.co.id 

      Disclaimer
      Informasi dalam website ini bertujuan untuk edukasi, berbagi wawasan, dan pengalaman di bidang manajemen risiko dan asuransi. Konten tidak dimaksudkan untuk mengajari, menyalahkan, menuduh, atau merugikan pihak mana pun. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, waktu, atau peristiwa lain, hal tersebut tidak disengaja. Kami memohon maaf apabila ada pihak yang merasa kurang berkenan. Seluruh keputusan atau tindakan berdasarkan informasi di situs ini merupakan tanggung jawab pembaca sepenuhnya. Kami tidak menjamin kelengkapan, keakuratan, atau hasil dari penggunaan informasi ini. Untuk kebutuhan spesifik, silakan berkonsultasi dengan profesional yang kompeten.

      Connect With Us

      Talk to Our Team