Perspektif Bisnis BRICS: Perdagangan Agribisnis, Logistik Komoditas, dan Risiko Maritim dalam Kerja Sama Indonesia–Brazil
Silakan konsultasikan kebutuhan asuransi anda bersama kami
Seiring dengan perluasan kerja sama dalam kerangka BRICS, perdagangan antara Indonesia dan Brasil menjadi semakin signifikan di sektor agribisnis dan rantai pasokan pangan. Berbeda dengan investasi infrastruktur atau manufaktur yang padat modal, hubungan Indonesia-Brasil terutama didorong oleh perdagangan komoditas jarak jauh dengan volume tinggi, termasuk kedelai, bungkil kedelai, turunan jagung, gula, daging sapi, kopi, dan bahan baku pakan ternak.
Hubungan perdagangan ini sangat bergantung pada logistik dan sensitif terhadap margin keuntungan. Barang-barang menempuh perjalanan ribuan mil laut, seringkali dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, spesifikasi kualitas yang ketat, dan harga global yang berfluktuasi. Dalam konteks ini, risiko tidak terutama berasal dari operasi pabrik, tetapi dari transportasi laut, penurunan kualitas kargo, interpretasi kontrak, dan kinerja pihak lawan. Oleh karena itu, asuransi harus berfungsi tidak hanya sebagai perlindungan kargo, tetapi juga sebagai alat untuk menjaga margin keuntungan dan arus kas.
Kerja sama BRICS mendorong:
Bagi Indonesia dan Brasil, ini berarti:
Brasil termasuk salah satu pengekspor kedelai, gula, dan protein hewani terbesar di dunia. Indonesia, dengan populasi yang besar dan industri peternakan serta pangan yang berkembang, sangat bergantung pada pasokan yang stabil dan konsisten. Namun, semakin panjang rantai pasokan, semakin besar risiko yang terakumulasi antara tempat asal dan tujuan.
Salah satu kesalahpahaman yang paling umum dalam perdagangan komoditas Indonesia-Brasil adalah keyakinan bahwa asuransi kargo laut standar sepenuhnya melindungi bisnis tersebut.
Dalam praktiknya:
Akibatnya, para pedagang mungkin hanya dapat memulihkan sebagian kecil dari kerugian finansial sebenarnya—atau bahkan tidak sama sekali—meskipun memiliki asuransi.
Pengiriman barang dari Brasil ke Indonesia meliputi:
Risiko meliputi:
Komoditas pertanian sangat rentan terhadap:
Perselisihan sering muncul mengenai:
Keterlambatan dapat disebabkan oleh:
Konsekuensinya meliputi:
Harga komoditas berfluktuasi setiap hari. Kargo yang tiba terlambat atau kualitasnya menurun mungkin dijual dengan harga:
Perdagangan Indonesia–Brasil seringkali melibatkan:
Risiko meliputi:
Banyak pedagang bergantung pada:
Pengaturan ini gagal karena:
Akibatnya, perusahaan mengasuransikan barang, tetapi bukan transaksinya.
Program asuransi komprehensif harus mencakup:
Eksportir Brasil dan importir Indonesia harus memahami beberapa realitas lokal:
Kepadatan pelabuhan dan standar penanganan bervariasi di seluruh Indonesia.
Impor produk pertanian tunduk pada:
Indonesia memiliki kapasitas asuransi untuk risiko maritim, namun kerugian komoditas masih kurang diasuransikan karena:
Dalam perdagangan agribisnis Indonesia-Brasil, broker asuransi independen memberikan nilai strategis dengan cara:
Kerugian yang tidak diasuransikan atau diasuransikan secara tidak memadai menyebabkan:
Dalam perdagangan komoditas, satu kerugian yang tidak diasuransikan dapat menghapus keuntungan dari beberapa pengiriman.
Muatan kedelai tiba dengan kerusakan akibat kelembapan setelah perjalanan panjang. Muatan tidak ditolak tetapi diberi diskon besar.
Hasil:
Dengan klausul komoditas yang disesuaikan dan cakupan perputaran stok, pemulihan bisa jauh lebih tinggi.
Para eksekutif dan pedagang harus menyadari:
Kerja sama Indonesia-Brasil dalam kerangka BRICS memperkuat ketahanan pangan dan rantai pasokan agribisnis. Namun, perdagangan ini memusatkan risiko kelautan, kualitas, kontraktual, dan keuangan pada jarak yang jauh.
Oleh karena itu, asuransi harus berfungsi sebagai mekanisme perlindungan margin dan likuiditas, bukan hanya sebagai polis kargo. Perusahaan yang memahami hal ini akan berdagang dengan percaya diri dalam skala besar. Perusahaan yang tidak memahaminya mungkin akan menemukan bahwa kargo yang diasuransikan tidak menjamin perdagangan yang menguntungkan.
Bagi importir Indonesia, eksportir Brasil, dan pedagang komoditas yang beroperasi di bawah kerangka BRICS, konsultasi asuransi khusus sangat penting. L&G Insurance Broker bertindak sebagai mitra independen, mendukung klien melalui analisis risiko komoditas, penataan logistik maritim dan perbekalan, penempatan asuransi kredit perdagangan, dan manajemen penyelesaian klaim secara langsung. Dengan melibatkan L&G, bisnis memastikan asuransi melindungi tidak hanya pengiriman, tetapi juga margin, likuiditas, dan hubungan perdagangan jangka panjang.
Artikel ini ditulis oleh Mhd. Taufik Arifin, ANZIIF (Snr. Assoc), CEO dan Pendiri L&G Insurance Broker, dengan pengalaman profesional lebih dari 43 tahun di bidang manajemen risiko dan asuransi di Indonesia. Beliau telah memberikan nasihat kepada pedagang komoditas, pengolah agribisnis, pabrik pakan ternak, produsen makanan, dan operator logistik mengenai struktur asuransi dan penyelesaian klaim yang melibatkan kehilangan kargo curah, kontaminasi, kerusakan akibat kelembapan, keterlambatan pengiriman, gagal bayar kredit perdagangan, dan sengketa kontrak. Pengalamannya mencerminkan kasus nyata di mana margin komoditas yang tipis dilindungi—atau dihancurkan—oleh kualitas asuransi dan manajemen klaim.
—
JANGAN BUANG WAKTU ANDA DAN AMANKAN KEUANGAN DAN BISNIS ANDA DENGAN ASURANSI YANG TEPAT.
HOTLINE L&G 24 JAM: 0811-8507-773 (TELEPON – WHATSAPP – SMS)
Situs web: lngrisk.co.id
Email: halo@lngrisk.co.id
—
Connect With Us