Asuransi Contractors Plant and Machinery

Silakan konsultasikan kebutuhan asuransi anda bersama kami

Previous | Next

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mendapatkan dukungan asuransi. Padahal, asuransi merupakan elemen penting dalam menjaga keberlanjutan proyek, terutama untuk melindungi dari risiko besar seperti banjir, longsor, dan kerusakan peralatan.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan penting:

Mengapa asuransi PLTA sulit didapatkan? Jawabannya tidak sesederhana “risikonya tinggi”. Dalam praktiknya, terdapat beberapa faktor utama yang membuat perusahaan asuransi dan reasuransi menjadi lebih selektif dalam menerima risiko PLTA.

Risiko Alam yang Tinggi dan Tidak Terprediksi

PLTA sangat bergantung pada kondisi alam. Tidak seperti pembangkit berbasis bahan bakar, PLTA bergantung pada:

  1. debit air
  2. curah hujan
  3. kondisi geografis

Hal ini membuat PLTA sangat rentan terhadap risiko alam seperti:

Banjir

Curah hujan ekstrem dapat meningkatkan debit air secara tiba-tiba, menyebabkan:

  1. kerusakan intake
  2. masuknya debris
  3. gangguan operasi

Longsor

Area penstock dan akses jalan sering berada di lereng yang tidak stabil, sehingga rawan longsor.

Sedimentasi

Material yang terbawa air dapat merusak turbin dan menurunkan efisiensi.

Bagi perusahaan asuransi, kondisi ini berarti:

high frequency + high severity risk

 

Nilai Investasi yang Besar

PLTA merupakan proyek dengan investasi besar, meliputi:

  1. civil works
  2. turbine & generator
  3. transmission system

Kerusakan pada satu komponen saja dapat menyebabkan:

  1. downtime panjang
  2. biaya perbaikan tinggi
  3. kehilangan pendapatan

Hal ini meningkatkan eksposur bagi insurer.

 

Kurangnya Dokumentasi Underwriting

Salah satu masalah terbesar adalah:

proyek tidak siap secara underwriting

Banyak proyek tidak memiliki:

  1. laporan risk assessment yang lengkap
  2. data hidrologi yang detail
  3. analisis geoteknik yang memadai
  4. dokumentasi operasional

Akibatnya:

 

Pengalaman Klaim yang Buruk

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi beberapa klaim besar di sektor hydro, termasuk kejadian banjir dan longsor di Sumatera.

Dampaknya:

  1. insurer menjadi lebih konservatif
  2. reasuransi memperketat kapasitas
  3. premi meningkat
  4. Keterbatasan Kapasitas Reasuransi

Untuk risiko besar seperti PLTA, perusahaan asuransi lokal biasanya bergantung pada reasuransi internasional.

Namun:

  1. Tidak semua reasuransi mau menerima risiko hidrom
  2. kapasitas terbatas
  3. seleksi semakin ketat
  4. Tidak Adanya “Risk Translation”

Masalah utama bukan hanya risiko tinggi, tetapi:

risiko tidak diterjemahkan dengan benar ke bahasa underwriting

Banyak proyek:

  1. bagus secara teknis
  2. tetapi tidak dipresentasikan dengan baik

Kesulitan mendapatkan asuransi PLTA bukan hanya karena risiko tinggi, tetapi karena kurangnya kesiapan underwriting dan risk presentation

Dapatkan Simulasi Premi Sekarang untuk audit risiko Anda bersama pakar L&G Insurance Broker.

HOTLINE L&G 24 JAM: 0811-8507-773 (TELEPON – WHATSAPP – SMS)

Situs web: lngrisk.co.id 

Email: halo@lngrisk.co.id 

Disclaimer
Informasi dalam website ini bertujuan untuk edukasi, berbagi wawasan, dan pengalaman di bidang manajemen risiko dan asuransi. Konten tidak dimaksudkan untuk mengajari, menyalahkan, menuduh, atau merugikan pihak mana pun. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, waktu, atau peristiwa lain, hal tersebut tidak disengaja. Kami memohon maaf apabila ada pihak yang merasa kurang berkenan. Seluruh keputusan atau tindakan berdasarkan informasi di situs ini merupakan tanggung jawab pembaca sepenuhnya. Kami tidak menjamin kelengkapan, keakuratan, atau hasil dari penggunaan informasi ini. Untuk kebutuhan spesifik, silakan berkonsultasi dengan profesional yang kompeten.

Terhubung dengan kami

Tanya Meli Sekarang Juga!

Hubungi Meli di halo@lngrisk.co.id atau melalui alternatif chat WhatsApp.