Perils 11.4. General Average and Salvage – No claim under this Clause 11 - Marine Hull Insurance


Save Your Time & Call Us Now

HOTLINE 24/7

0811-8507-773

(Whatsapp - Call - SMS)
Marine Hull Insurance

Perils 11.4. General Average and Salvage – No claim under this Clause 11 - Marine Hull Insurance


Marine Hull Institute Time Clause 1/10/83 CL 280

Apa itu polis asuransi Marine Hull?

Polis asuransi Marine Hull atau diterjemahkan dengan Asuransi Rangka Kapal adalah program asuransi yang menjamin kerusakan dan kehilangan atas kapal laut akibat dari resiko-resiko yang disebutkan di dalam polis. Adapun resiko utamanya adalah bahaya laut (perils of the sea)

Kenapa Anda memerlukan jaminan asuransi Marine Hull?

Bahaya laut (marine risks) adalah resiko yang paling sering terjadi dan semakin resikonya semakin besar karena adanya perubahan iklim. Resiko laut antara lain, ombak besar, badai, pembajakan, terdampar, tabrakan kapal dan lain-lain. Jika terjadi kecelakaan akibatnya bisa sangat besar seperti kapal rusak dan kapal tenggelam.

Siapa yang memerlukan asuransi Marine Hull?

Pemilik kapal adalah pihak yang paling berkepentingan untuk mengasuransikan kapalnya. Selain itu adalah pihak pencharter atau penyewa, pihak bank atau pihak yang membiayai kapal tersebut. Dan pihak-pihak lain-lain secara hukum berkepentingan terhadap kapal tersebut.

Bagaimana cara mendapatkan asuransi Marine Hull?

Cara paling tepat untuk mendapatkan jaminan asuransi Marine Hull dengan menggunakan jasa perusahaan broker asuransi yang sekaligus sebagai konsultan asuransi. Broker asuransi resmi mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seperti apa jaminan asuransi Marine Hull?

Untuk mengetahui secara lengkap seperti apa jaminan asuransi Marine Hull, berikut ini  uraikan secara rinci dari masing-masing persyaratan dan ketentuan dari polis asuransi. Baca dan Ikuti dari bagian pertama hingga penjelasan terakhir agar Anda benar-benar paham. Bagikan informasi ini kepada rekan-rekan Anda agar mereka juga paham seperti dengan Anda.

 


1/10/83

(FOR USE ONLY WITH THE NEW MARINE POLICY FORM)

INSTITUTE TIME CLAUSES HULLS

 

11. GENERAL AVERAGE AND SALVAGE

11.4. No claim under this Clause 11 shall in any case be allowed where the loss was not incurred to avoid or in connection with the avoidance of a peril insured against.

 


1/10/83

(HANYA DIPAKAI DENGAN BENTUK POLIS BARU)

KLAUSULA-KLAUSULA INSTITUT UNTUK PERTANGGUNGAN RANGKA KAPAL ATAS DASAR JANGKA WAKTU

 

11. KERUGIAN GENERAL AVERAGE  DAN BIAYA PENYELAMATAN

11.4 Tidak ada klaim menurut Klausul 11 ​​ini dalam hal apapun yang diperbolehkan dimana kerugian tidak terjadi untuk menghindari atau sehubungan dengan penghindaran dari suatu bahaya yang diasuransikan.

 


Penjelasan Tambahan

Sesuai dengan ketentuan 11.4 dari General Average polis asuransi kapal atau marine hull insurance bahwa jaminan General Average tidak berlaku jika kecelakaan yang terjadi bukan karena usaha untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Artinya jika terjadi kecelakaan yang tidak ada kaitannya dengan tabrakan maka kondisi General Average tidak bisa diterapkan. Akan tetapi kerusakan dan kehilangan kapal dapat dijamin oleh bagian dari polis asuransi, misalnya jika kapal tenggelam akibat badai maka jaminan yang berlaku adalah bahaya laut atau perils of the sea.

Untuk informasi lebih lanjut berikut ini ami tuliskan beberapa referensi dari nasa sumber. Jika Anda tertarik dengan tulisan  ini silahkan dibagikan kepada rekan-rekan Anda agar mereka juga paham seperti Anda.

Pada bagian bawah dari tulisan ini kami lampirkan pula link dari nara sumber.

Referensi

Sepuluh Cara Mengurangi Risiko Kecelakaan Laut

Di bawah ini adalah tinjauan singkat tentang berbagai faktor yang berkontribusi yang ditentukan dalam laporan Safer Seas Digest sebagai penyebab satu atau lebih kecelakaan maritim yang diselidiki.

  1. Kelelahan

Laporan NTSB menunjukkan bahwa kelelahan adalah salah satu alasan paling umum untuk kecelakaan transportasi, dan mengurangi penyebab ini adalah prioritas utama Dewan Keselamatan. Publikasi tersebut menekankan fakta bahwa pelaut harus menyadari bagaimana kurang tidur mempengaruhi kinerja mereka dan harus menahan diri dari menerima jam tangan saat dalam keadaan kelelahan yang membuat mereka tidak layak untuk bertugas. Dalam kasus seperti itu, pelaut harus mengatur sebelumnya untuk individu lain yang memenuhi syarat, yaitu penjaga, untuk melayani di tempat mereka jika memungkinkan. Jika hal ini tidak memungkinkan, pelaut harus menolak tugas sampai mereka cukup istirahat dan mampu melaksanakan tanggung jawab mereka dengan aman.

  1. Prosedur Pemeliharaan dan Perbaikan Standar

Sangat sering NTSB menyelidiki kecelakaan yang hanya disebabkan oleh kegagalan satu atau lebih individu untuk beroperasi sesuai dengan prosedur standar yang melibatkan pengujian, perbaikan dan pemeliharaan peralatan. Individu yang melakukan prosedur ini harus menggunakan suku cadang dan peralatan yang benar dan juga memastikan integritas sistem dan pengoperasian peralatan yang aman sesuai dengan spesifikasi yang sesuai.

  1. Penggunaan Obat Saat Mengoperasikan Kapal

Menggunakan obat-obatan dengan cara yang tidak aman sebagai anggota kru maritim dapat berakibat fatal. NTSB memperingatkan bahwa pelaut harus berkonsultasi dengan profesional medis yang sesuai sebelum menggunakan jenis obat apa pun, baik yang dijual bebas maupun yang diresepkan. Juga, penggunaan obat-obatan tertentu oleh pelaut yang dipercaya dapat mendiskualifikasi mereka dari mengoperasikan kapal.

  1. Prosedur Pengujian Operasional

Prosedur standar harus selalu digunakan saat menguji peralatan. Secara optimal, pengujian harus dilakukan pada tekanan dan beban operasi normal – ini dapat membantu memverifikasi keandalan dan kualitas pekerjaan perbaikan atau pemeliharaan yang dilakukan. Semua sensor dan alarm di dalam kapal harus diuji secara rutin untuk memverifikasi keandalan operasinya dan kemampuannya dalam memberikan peringatan yang memadai kepada awak kapal.

  1. Pengenalan Rekomendasi Lokal

Penting bagi operator kapal untuk mengetahui dan memperhatikan rekomendasi dari spesialis lokal di industri maritim serta publikasi terkait, termasuk Pilot Pantai Amerika Serikat dan lainnya. Kegagalan untuk melakukannya dapat mengakibatkan kecelakaan yang tidak perlu.

  1. Meremehkan Arus Kuat

Pelaut dapat menghadapi tantangan yang signifikan ketika beroperasi di air yang tinggi dengan arus yang lebih kuat dari biasanya. Dalam kondisi seperti itu, kemampuan untuk bermanuver dapat berkurang secara signifikan dan risiko putusnya garis atau jangkar yang terseret dapat meningkat. Sangat penting bagi operator dan pemilik untuk mendorong pelaut mereka untuk menilai bahaya dengan benar, dan tetap waspada terhadap kondisi yang ada. Selain itu, mereka harus mempertimbangkan panduan dari entitas otoritatif seperti Penjaga Pantai – dan dari informasi ini mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan risiko. Secara khusus, manuver “hilirisasi” yang sering dilakukan oleh menara-menara pedalaman berisiko ketika ada arus kuat.

  1. Manajemen Sumber Daya

Ketika pilot dihadapkan dengan waktu reaksi yang terbatas dan bahaya sudah dekat, penting untuk memiliki semua sumber daya yang mungkin tersedia untuk digunakan guna membantu memastikan pengoperasian kapal yang aman, termasuk sumber daya manusia dan peralatan. Pemanfaatan sumber daya ini berada di bawah Manajemen Sumber Daya.

  1. Akses ke Ruang Berisiko Tinggi

NTSB menekankan pentingnya ruang berisiko tinggi, khususnya yang memiliki penetrasi lambung, tetap dapat diakses secara bebas. Jika ruang-ruang ini terhalang, ada bahaya keselamatan dan operator mungkin terhalang untuk merespons banjir dan jenis keadaan darurat lainnya ketika dan jika itu terjadi.

Untuk jaminan asuransi kapal selalu gunakan jasa perusahaan broker asuransi

Seperti yang Anda lihat di atas bahwa begitu banyak informasi dan pengetahuan yang diperlukan untuk mendapatkan jaminan asuransi Kapal  Laut yang terbaik. Diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang luas sayangnya tidak semua orang mempunyai kemampuan seperti itu.

Cara terbaik adalah dengan menggunakan jasa broker asuransi yang berpengalaman di bidang asuransi Marine Hull Insurance. Salah satu perusahaan broker asuransi yang sudah dipercaya oleh banyak perusahaan kapal di Indonesia adalah L&G Insurance Broker.

Untuk semua keperluan asuransi Anda hubungi L&G sekarang juga!


Source: https://www.maritime-executive.com/editorials/ten-ways-to-reduce-the-risk-of-maritime-accidents

Bedah Polis Asuransi

Marine Hull Insurance:
  1. Navigation 1.1
  2. Navigation 1.2
  3. Navigation 1.3
  4. Continuation
  5. Breach Of Warranty
  6. Termination 4.1
  7. Termination 4.2
  8. Assignment
  9. Perils 6.1.1. Perils Of The Seas Rivers Lakes Or Other Navigable Waters
  10. Perils 6.1.2. Fire, Explosion
  11. Perils 6.1.3. Violent theft by persons from outside the Vessel
  12. Perils 6.1.4. Jettison
  13. Perils 6.1.5. Piracy
  14. Perils 6.1.6. Breakdown of or Accident To Nuclear Installations Or Reactors
  15. Perils 6.1.7. Contact With Aircraft Or Similar Objects, Or Objects Failing Therefrom, Land Conveyance, Dock Or Harbour Equipment Or Installation
  16. Perils 6.1.8. Earthquake Volcanic Eruption Or Lightning
  17. Perils 6.2.1. Accidents In Loading Discharging Or Shifting Cargo Or Fuel
  18. Perils 6.2.2. Bursting Of Boilers Breakage Of Shafts Or Any Latent Defect In The Machinery Or Hull
  19. Perils 6.2.3. Negligence Of Master Officers Crew Or Pilots
  20. Perils 6.2.4. Negligence Of Repairers Or Charterers Provided Such Repairers Or Charterers Are Not An Assured Hereunder
  21. Perils 7. Pollution
  22. Perils 8.1.1. Collision Liability Loss of or Damage
  23. Perils 8.1.2. Collision Liability Delay to or Loss
  24. Perils 8.1.2. Collision Liability General Average Of, Salvage Of, Or Salvage Under Contract
  25. Perils 8.2.1. Where the insured Vessel is in collision with another
  26. Perils 8.2.2. In No Case Shall The Underwriters’ Total Liability
  27. Perils 8.3. The Underwriters will also pay three-fourths of the legal costs incurred by the Assured
  28. Perils 8.4.1. Removal Or Disposal Of Obstructions, Wrecks
  29. Perils 8.4.2. Any Real Or Personal Property Or Thing Whatsoever Except Other Vessels Or Property On Other Vessels
  30. Perils 8.4.3. The Cargo Or Other Property On, Or The Engagements Of, The Insured Vessel
  31. Perils 8.4.4. Loss of life, personal injury or illness
  32. Perils 8.4.5. Pollution or contamination
  33. Perils 9. Sistership
  34. Perils 10.1. Notice Of Claim And Tenders In the event of accident
  35. Perils 10.2. Notice Of Claim And Tenders The Underwriters
  36. Perils 10.3. Notice Of Claim And Tenders The Underwriters may also take tenders
  37. Perils 10.4. Notice Of Claim And Tenders In the event of failure to comply
  38. Perils 11.1. General Average And Salvage This insurance covers the Vessel’s proportion of salvage
  39. Perils 11.2. General Average And Salvage Adjustment to be according to the law
  40. Perils 11.3. General Average and Salvage When the Vessel sails in ballast, not under charter
  41. Perils 11.4. General Average and Salvage – No claim under this Clause 11
  42. Perils 12.1. Deductible No claim arising from a peril
  43. Perils 12.2. Deductible – Claims For Damage By Heavy Weather
  44. Perils 12.3. Deductible – Excluding Any Interest Comprised Therein
  45. Perils 12.4. Deductible – Interest comprised
  46. Perils 13.1. Duty Of Assured (Sue And Labour) – In case of any loss or misfortune
  47. Perils 13.2. Duty Of Assured (Sue And Labour) – Subject to the provisions below and to Clause 12
  48. Perils 13.3. Duty Of Assured (Sue And Labour) – Measures taken by the Assured or the Underwriters
  49. Perils 13.4. Duty Of Assured (Sue And Labour) – When expenses are incurred pursuant to this Clause 13
  50. Perils 13.5. Duty Of Assured (Sue And Labour) – When a claim for total loss of the Vessel
  51. Perils 13.6. Duty Of Assured (Sue And Labour) – The sum recoverable under this Clause 13
  52. Perils 14. New For Old
  53. Perils 15.1. Bottom Treatment – Grit blasting and/or other surface preparation
  54. Perils 15.2. Bottom Treatment – Gritblasting And/Or Other Surface Preparation Of: The Butts
  55. Perils 15.3. Bottom Treatment – Supplying And Applying The First Coat Of Primer/Anti -Corrosive
  56. Perils 16. Wages And Maintenance
  57. Perils 17. Agency Commission
  58. Perils 18.1. Unrepaired Damage – The measure of indemnity
  59. Perils 18.2. Urepaired Damage –
  60. Perils 18.3. Unrepaired Damage – The Underwriters shall not be liable
  61. Perils 19.1. Constructive Total Loss – In ascertaining whether the Vessel
  62. Perils 19.2. Constructive Total Loss – No Claim For Constructive Total Loss Based Upon The Cost Of Recovery
  63. Perils 20. Freight Waiver
  64. Perils 21.1.1. Disbursements Warranty – Disbursements, Managers’ Commissions, Profits or Excess
  65. Perils 21.1.2. Disbursements Warranty – Freight, Chartered Freight Or Anticipated Freight, Insured For Time
  66. Perils 21.1.3. Disbursements Warranty – Freight Or Hire, Under Contracts For Voyage
  67. Perils 21.1.4. Disbursements Warranty – Anticipated Freight if the Vessel sails in ballast
  68. Perils 21.1.5. Disbursements Warranty – Time Charter Hire or Charter Hire for Series of Voyages
  69. Perils 21.1.6. Disbursements Warranty – Premiums
  70. Perils 21.1.7. Disbursements Warranty – Returns of Premium
  71. Perils 21.1.8. Disbursements Warranty – Insurance irrespective of amount against
  72. Perils 21.2. Disbursements Warranty – Warranted that no insurance
  73. Perils 22.1.1. Returns For Lay-Up And Cancellation – Pro rata monthly net for each uncommenced month
  74. Perils 22.1.2. Returns For Lay-Up And Cancellation – For each period of 30 consecutive days the Vessel
  75. Perils 22.2.1. Returns For Lay-Up And Cancellation – A Total Loss Of The Vessel
  76. Perils 22.2.2. Returns For Lay-Up And Cancellation – In No Case Shall A Return Be Allowed When The Vessel
  77. Perils 22.2.3. Returns For Lay-Up And Cancellation – Loading Or Discharging Operations
  78. Perils 22.2.4. Returns For Lay-Up And Cancellation – In The Event Of Any Amendment Of The Annual Rate
  79. Perils 22.2.5. Returns For Lay-Up And Cancellation – In The Event Of Any Return Recoverable Under This Clause 22
  80. Perils 23.1. War Exclusion – War Civil War Revolution Rebellion Insurrection
  81. Perils 23.2. War Exclusions – Capture Seizure Arrest Restraint Or Detainmen
  82. Perils 23.3. War Exclusions – Derelict mines torpedoes bombs or other derelict weapons of war.
  83. Perils 24.1. Strike Exclusion – Strikers, Locked-out workmen
  84. Perils 24.2. Strike Exclusion – Any Terrorist Or Any Person Acting From A Political Motive
  85. Perils 25.1. Malicious Acts Exclusion – The Detonation Of An Explosive
  86. Perils 25.2. Malicious Acts Exclusion – Any Weapon Of War And Caused By Any Person
  87. Perils 26. Nuclear Exclusion

Jangan Buang Waktu Anda & Hubungi Kami Sekarang!

Hotline 24jam (Call/Chat/SMS)
Whatsapp Kami 0811-8507-773 
Ajukan pertanyaan dengan mengirim pesan/email
Isi Form Pertanyaan  

   Kembali ke Bedah Polis Marine Hull Insurance
Whatsapp 24/7
0811-8507-773
Whatsapp 24/7
0811-8507-773
Call Center 24/7
0811-8507-773
Request
a Quote
Our Location