Asuransi Business Interruption

Silakan konsultasikan kebutuhan asuransi anda bersama kami

Previous | Next

Pada suatu sore di kawasan industri Kendal, seorang pengusaha Taiwan bernama Mr. Huang menatap layar laptopnya dengan wajah pucat. Di sana tertera laporan kerugian material proyek pabrik komponen kendaraan listrik yang sedang ia bangun. Kerusakan terjadi ketika mesin impor senilai Rp 22 miliar jatuh saat proses unloading dari kapal ke truk trailer.

Lebih buruk lagi, perusahaan asuransi yang ia gunakan menolak klaim. Alasannya:
proses pemindahan barang dari kapal ke darat tidak tercakup dalam polis standar yang ia pilih.

“Bagaimana mungkin risiko sebesar itu tidak dijamin?” pikirnya.

Jawabannya sederhana:
karena polisnya dibeli tanpa broker dan tanpa analisis risiko yang tepat.

Kisah ini hanyalah satu dari ratusan kasus yang dialami perusahaan asing, termasuk Taiwan, dalam proyek dan rantai pasok di Indonesia.

Indonesia: Pasar Besar untuk Proyek dan Manufaktur Taiwan

Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan meningkatkan investasinya di Indonesia pada sektor:

  1. Proyek pabrik baru (EPC)
  2. Industri komponen elektronik
  3. Industri alat kendaraan listrik
  4. Logistik dan pergudangan
  5. Energi terbarukan
  6. Peralatan industri presisi
  7. Semicon & otomasi pabrik

Namun, di balik peluang emas tersebut, terdapat risiko proyek dan risiko operasional yang lebih kompleks dibandingkan Taiwan, terutama pada fase konstruksi, instalasi mesin, dan distribusi barang impor.

Risiko Proyek yang Wajib Dipahami Pengusaha Taiwan

Proyek di Indonesia menghadapi risiko yang berbeda karena:

  1. Cuaca ekstrem
  2. Tanah labil
  3. Infrastruktur pemindahan barang yang variatif
  4. Keberagaman kontraktor
  5. Kualitas peralatan pendukung
  6. Risiko kegagalan prosedur K3

 

Risiko Fisik (Physical Loss or Damage)

Meliputi:

  1. kerusakan material konstruksi,
  2. serta kerusakan peralatan berat,
  3. kerusakan mesin selama instalasi,
  4. dan kerusakan panel listrik,
  5. kebakaran saat pekerjaan welding.

Contoh kasus:
“Formo Industrial Buildtech” (nama samaran) mengalami kerusakan tiang struktur akibat forklift operator tidak terlatih. Kerugian mencapai Rp 1,4 miliar.

Risiko Human Error

Risiko yang sering terjadi:

  1. kesalahan pemasangan,
  2. kesalahan pengelasan,
  3. dan kesalahan pengukuran,
  4. kelalaian kontraktor,
  5. salah komunikasi antara subkontraktor dan vendor.

Kerugian jenis ini hanya dijamin jika menggunakan polis CAR/EAR yang tepat.

Risiko Cuaca dan Bencana Alam

Indonesia berada di ring of fire.
Risikonya mencakup:

  1. gempa bumi,
  2. banjir,
  3. tanah longsor,
  4. angin kencang,
  5. petir.

Banyak proyek Taiwan keliru menganggap polis konstruksi otomatis mencakup gempa. Padahal risiko gempa harus ditambahkan secara khusus.

Risiko Tanggung Jawab Pihak Ketiga (Third Party Liability)

Contoh:

  1. kerusakan bangunan tetangga,
  2. kecelakaan pekerja non-proyek,
  3. penyebab gangguan operasi perusahaan lain,
  4. kerusakan properti publik.

Seorang pengusaha Taiwan, Mr. Wu (nama samaran), pernah menghadapi tuntutan Rp 3,2 miliar karena crane dalam proyeknya menimpa mobil warga.

Risiko Rantai Pasok yang Sering Menimpa Perusahaan Taiwan

Rantai pasok adalah titik paling kritis dalam bisnis Taiwan yang banyak menggunakan barang impor bernilai besar.

Risiko Kerusakan Selama Pengiriman

Termasuk:

  1. kerusakan mesin saat unloading,
  2. jatuh dari forklift atau crane,
  3. guncangan di jalan,
  4. kontainer terbalik.

Contoh: mesin CNC impor Taiwan jatuh dari trailer karena tali pengikat tidak sesuai standar.

Risiko Penyimpanan Sementara

Saat barang masuk ke pelabuhan, risiko lain muncul:

  1. pencurian,
  2. banjir,
  3. salah penanganan.

Banyak pengusaha Taiwan tidak sadar bahwa penyimpanan sementara tidak otomatis dijamin oleh Marine Cargo Insurance standar.

Risiko Keterlambatan (Delay in Start-Up)

Jika barang tiba terlambat karena:

  1. cuaca ekstrem,
  2. mogok pekerja pelabuhan,
  3. kerusakan kapal,

maka seluruh proyek tertunda, menyebabkan kerugian biaya operasional.

 

Risiko Liability (Tanggung Jawab Hukum) yang Sering Menjerat Perusahaan Taiwan

Tahukah Anda?
Perusahaan Taiwan adalah salah satu yang paling sering menghadapi klaim liability dari pihak ketiga di kawasan industri.

Public Liability

Risiko:

  1. kecelakaan yang mengenai pihak luar,
  2. kerusakan properti milik tetangga,
  3. kecelakaan di area parkir,
  4. pekerja vendor terluka.

Product Liability

Terjadi pada industri:

  1. elektronik,
  2. makanan,
  3. komponen kendaraan listrik.

Contoh kasus:
Produk elektronik yang diproduksi salah satu pabrik Taiwan menyebabkan korsleting di rumah konsumen. Produk ditarik, perusahaan dituntut.

Professional Liability

Terutama untuk:

  1. software developer Taiwan,
  2. konsultan teknis,
  3. engineering consultant.

Risiko:

  1. kesalahan profesional,
  2. kegagalan software,
  3. kerugian klien akibat error.

 

Tantangan Memilih Satu Asuransi Terbaik dari 70 Perusahaan di Indonesia

Mengapa investor Taiwan sering mengalami kerugian meski sudah membeli polis?

Karena:

  1. Tidak memahami perbedaan kompetensi antar perusahaan asuransi.

Ada yang kuat di konstruksi, tetapi lemah di liability.
Ada yang kuat di marine cargo, tetapi tidak kompeten menangani gempa.

  1. Tidak memahami wording polis yang krusial.

Sebagian besar penolakan klaim terjadi karena:

  1. Tidak memahami pentingnya reasuransi internasional.

Untuk proyek besar, kapasitas lokal saja tidak cukup.
Harus ada dukungan dari:

  1. Tidak ada pendamping klaim.

Kesalahan pengajuan klaim bisa membuat kerugian ditolak sepenuhnya.

Inilah sebab banyak perusahaan asing, termasuk Taiwan, menyampaikan keluhan ke OJK tentang sulitnya klaim sebelum aturan soal broker wajib diberlakukan.

 

Pemerintah Indonesia Mengarahkan Pengusaha Asing Menggunakan Broker

Berdasarkan POJK No. 2/POJK.05/2017, secara resmi dinyatakan bahwa:

Broker Asuransi adalah wakil sah TERTANGGUNG.

Bukan wakil perusahaan asuransi.

Regulasi ini dibuat karena:

  1. Banyak perusahaan asing tidak memahami wording polis
  2. serta Banyak klaim yang salah dokumentasi
  3. Banyak perusahaan dirugikan
  4. dan Banyak kejadian salah interpretasi polis

OJK ingin memastikan setiap perusahaan asing, termasuk Taiwan, mendapat perlindungan maksimal melalui dampingan broker berlisensi.

 

Tugas Broker Asuransi untuk Pengusaha Taiwan

Broker profesional seperti L&G akan melakukan:

  1. Analisis risiko proyek, aset, rantai pasok, dan liability: Termasuk kunjungan lapangan dan audit dokumen.
  1. Mendesain program asuransi paling efisien: Bukan hanya murah, tetapi tepat dan lengkap.
  1. Memilih perusahaan asuransi terbaik

Membandingkan 5–10 perusahaan berdasarkan:

  1. Negosiasi wording dan premi

Demi menghindari grey area dalam klaim.

  1. Menyusun dokumen placement dan reasuransi

Untuk risiko besar, broker menghubungkan dengan reinsurer global.

  1. Pendampingan klaim dari awal hingga pembayaran

Inilah peran terbesar broker.

Contoh Kasus (Nama Samaran)

Kasus 1: “Taiwan Electric Motion Project”

Nilai proyek: Rp 2,3 triliun
Lokasi: Jawa Barat

Masalah:

  1. kerusakan peralatan EV line saat unloading,
  2. klaim ditolak karena tidak dijamin tahap unloading.

Setelah menggunakan L&G:

  1. Program asuransi direstrukturisasi
  2. Added clause: unloading/loading, testing & commissioning
  3. Kerugian berikutnya dijamin 100%
Kasus 2: “Formosi Smart Factory Indonesia”

Nilai aset: Rp 1,1 triliun

Masalah:

  1. Kebakaran panel listrik akibat RSMD/CC
  2. Asuransi awal menolak klaim

L&G melakukan:

  1. Investigasi teknis
  2. Menyusun argumentasi underwriting
  3. Negosiasi dengan perusahaan asuransi
  4. Klaim akhirnya dibayar 92%

Keunggulan L&G Insurance Broker

L&G dikenal luas dalam menangani klien multinasional dari:

  1. Jepang
  2. Korea
  3. China
  4. India
  5. Malaysia
  6. Singapura
  7. Eropa

Keunggulan L&G:

  1. 30+ tahun pengalaman dalam risiko industri
  2. Ahli dalam proyek EPC, energi, dan manufaktur
  3. Sistem digital LIGASYS untuk monitoring polis
  4. Tim claim specialist berpengalaman
  5. Reputasi penyelesaian klaim besar

 

Kesimpulan: Pengusaha Taiwan Harus Melindungi Proyek dan Rantai Pasok Mereka

Risiko proyek, rantai pasok, dan liability di Indonesia lebih kompleks dibanding negara lain. Kegagalan memahami risiko dapat menyebabkan:

  1. kerugian puluhan hingga ratusan miliar,
  2. klaim yang ditolak,
  3. penundaan proyek,
  4. kerugian reputasi.

Untuk itu:

  1. pahami risiko,
  2. susun program asuransi yang tepat,
  3. gunakan perusahaan asuransi kompeten,
  4. dan pastikan didampingi broker berlisensi.

Dengan dukungan broker profesional seperti L&G Insurance Broker, pengusaha Taiwan dapat menjalankan proyek dan bisnisnya di Indonesia dengan rasa aman dan kepastian finansial yang jauh lebih baik.

JANGAN BUANG WAKTU ANDA DAN AMANKAN FINANCIAL DAN BISNIS ANDA DENGAN ASURANSI YANG TEPAT.

HOTLINE L&G 24 JAM: 0811-8507-773 (PANGGILAN – WHATSAPP – SMS)

Website: lngrisk.co.id 

Email: halo@lngrisk.co.id 

Disclaimer
Informasi dalam website ini bertujuan untuk edukasi, berbagi wawasan, dan pengalaman di bidang manajemen risiko dan asuransi. Konten tidak dimaksudkan untuk mengajari, menyalahkan, menuduh, atau merugikan pihak mana pun. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, waktu, atau peristiwa lain, hal tersebut tidak disengaja. Kami memohon maaf apabila ada pihak yang merasa kurang berkenan. Seluruh keputusan atau tindakan berdasarkan informasi di situs ini merupakan tanggung jawab pembaca sepenuhnya. Kami tidak menjamin kelengkapan, keakuratan, atau hasil dari penggunaan informasi ini. Untuk kebutuhan spesifik, silakan berkonsultasi dengan profesional yang kompeten.

Terhubung dengan kami

Tanya Meli Sekarang Juga!

Hubungi Meli di halo@lngrisk.co.id atau melalui alternatif chat WhatsApp.