Saat Genset Pembangkit Listrik Lumpuh di NTT: Bagaimana L&G Memastikan Klaim Rp 1 Miliar Dibayar
Silakan konsultasikan kebutuhan asuransi anda bersama kami
Tulisan ini merupakan bagian dari serial kisah nyata yang mendokumentasikan pengalaman L&G Insurance Broker dalam mengawal dan menyelesaikan klaim asuransi klien di berbagai sektor industri. Setiap artikel menunjukkan bahwa risiko benar-benar terjadi, asuransi adalah solusi, dan peran broker berpengalaman menjadi penentu utama ketika krisis bisnis tidak dapat dihindari.
Di industri pembangkit listrik, waktu adalah uang, bahkan lebih dari itu, waktu adalah kepercayaan. Sekali suplai terganggu, bukan hanya mesin yang berhenti, tetapi pendapatan menguap dan denda mengintai. Inilah kisah nyata bagaimana satu unit genset berhenti beroperasi di Nusa Tenggara Timur, dan bagaimana L&G berdiri di garis depan memastikan klaim tidak berhenti di tengah jalan.

PT WHA adalah perusahaan Independent Power Plant (IPP) / Power Rental yang memasok listrik kepada PLN. Lokasi operasi berada di salah satu gardu induk PLN di Nusa Tenggara Timur, wilayah dengan toleransi gangguan yang nyaris nol.
Aset kunci mereka adalah genset Mitsubishi Model S16R-PTAS—mesin yang menopang suplai dan menjaga kontrak tetap hidup. Saat mesin ini berhenti, konsekuensinya berlapis: downtime, kehilangan pendapatan, dan potensi denda karena ketidakmampuan memenuhi komitmen.
Pada Sabtu, 28 Desember 2013 pukul 11.00 WITA, operator mendeteksi kenaikan temperatur engine saat beban 1.000 kW. Sesuai prosedur, beban diturunkan menjadi 900 kW. Temperatur kembali normal. Operasi berlanjut.
Tidak ada ledakan. Tidak ada alarm besar.
Namun pada mesin berat, kerusakan fatal sering berkembang tanpa suara.
Pukul 08.30 WITA, engine di-shutdown untuk perawatan sistem pendingin dan radiator—keputusan preventif yang tepat.
Pukul 10.30 WITA, setelah perbaikan, engine di-start kembali.
Beberapa saat kemudian, terlihat asap putih tidak normal keluar dari oil breather. Tanpa kompromi, engine segera di-shutdown. Tim lapangan melakukan konsultasi darurat dengan pimpinan teknis di Jakarta.
Tekanan mulai terasa—bukan hanya teknis, tapi bisnis.
Pemeriksaan menyeluruh oleh tim teknisi menemukan:
Artinya satu: genset utama lumpuh.
Estimasi biaya perbaikan mencapai ± Rp 1 miliar. Namun bagi PT WHA, angka ini bukan yang paling menyakitkan. Yang lebih berat adalah:
Pertanyaan yang menghantui manajemen pun muncul:
“Apakah asuransi benar-benar akan bekerja?”
Bersyukur, mesin pembangkit ini sudah diasuransikan melalui L&G Insurance Broker.
Begitu menerima laporan teknis, L&G segera mereview polis Machinery Breakdown: validitas pertanggungan, kecukupan klausul, serta kepatuhan administrasi termasuk pembayaran premi. Semua rapi—ini krusial.
Tanpa menunda, laporan klaim resmi disampaikan kepada insurer PT TKP. Respons awal positif. Asuransi menunjuk DNT sebagai loss adjuster.
Namun pengalaman mengajarkan L&G satu hal: penunjukan adjuster adalah awal, bukan akhir.
Survey lapangan berjalan. Diskusi teknis dimulai. Pertanyaan krusial mengemuka:
Setiap detail berpotensi mengubah arah klaim.
Di sinilah fungsi broker diuji. L&G:
Tidak ada janji kosong—yang ada kerja sunyi dan presisi.
Proses berjalan berbulan-bulan. Ada permintaan dokumen tambahan, klarifikasi ulang, dan diskusi internal yang memakan waktu. Sementara itu, klien menanggung kehilangan pendapatan dan tekanan kontraktual.
L&G tidak berhenti pada pelaporan awal. Mereka memantau, menindaklanjuti, dan mendorong proses agar klaim tidak mengendap. Kepentingan klien dijaga, argumen berbasis polis dipertahankan.
Akhirnya, melalui evaluasi teknis dan administratif yang komprehensif, disepakati bahwa kerusakan merupakan kejadian yang dijamin. Nilai klaim ± Rp 1 miliar disetujui dan diproses pembayarannya.
Bukan cepat—namun adil, transparan, dan sesuai polis.
Pembayaran klaim memungkinkan PT WHA:
Pelajaran terpentingnya jelas: tanpa broker, hasilnya bisa sangat berbeda.
Kisah ini menegaskan tiga kebenaran industri:
L&G tidak sekadar menempatkan polis. L&G mempersiapkan risiko, menjaga kepatuhan, dan berdiri di depan saat klien paling membutuhkan.
Risiko tidak bisa dihindari. Tapi kerugian bisa dikendalikan bersama L&G Insurance Broker.
Hubungi L&G Insurance Broker untuk perencanaan asuransi yang tepat dan pengawalan klaim hingga dibayarkan, bukan sekadar janji.
Disclaimer
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan berbagi pengalaman profesional. Seluruh nama, nilai, dan kronologi telah disesuaikan untuk menjaga kerahasiaan pihak terkait. Informasi dalam tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai nasihat hukum, teknis, atau penjaminan klaim, dan dapat berbeda hasilnya tergantung kondisi polis serta fakta kejadian masing-masing.
—
JANGAN BUANG WAKTU ANDA DAN AMANKAN KEUANGAN DAN BISNIS ANDA DENGAN ASURANSI YANG TEPAT.
HOTLINE L&G 24 JAM: 0811-8507-773 (TELEPON – WHATSAPP – SMS)
Situs web: lngrisk.co.id
Email: halo@lngrisk.co.id
—
Connect With Us