L&G Risk Registered by Otoritas Jasa Keuangan KEP-667/KM.10/2012

Gratis Dapatkan Asesment Risiko & Simulasi Premi Asuransi Anda

Isi form di bawah untuk langsung mendapatkan asesmen risiko gratis dari tim ahli kami.
Atau silakan kirimkan ke email:

    OJK Registered KEP-667/KM.10/2012

    Gratis Dapatkan Asesment Risiko & Simulasi Premi Asuransi Anda

    Isi form di bawah untuk langsung mendapatkan asesmen risiko gratis dari tim ahli kami.

      Asuransi Konstruksi

      Silakan konsultasikan kebutuhan asuransi anda bersama kami

      Previous | Next

      Peluncuran Danantara Indonesia menandai perubahan besar dalam cara negara mengelola aset dan investasi strategis. Tidak lagi semata berperan sebagai operator atau regulator, negara kini hadir sebagai investor aktif yang mengelola portofolio lintas sektor dengan orientasi nilai jangka panjang.

      Di antara seluruh sektor yang berada dalam portofolio Danantara, infrastruktur dan BUMN Karya menempati posisi paling fundamental. Jalan tol, bandara, pelabuhan, bendungan, kawasan industri, dan proyek strategis nasional lainnya bukan hanya proyek fisik, melainkan aset investasi negara yang bernilai sangat besar dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, konektivitas, serta daya saing nasional.

      Namun, di balik skala dan ambisi tersebut, sektor infrastruktur juga merupakan salah satu sektor dengan profil risiko tertinggi. Tanpa manajemen risiko dan asuransi yang tepat, proyek-proyek jumbo ini berpotensi menjadi sumber kerugian sistemik bagi negara.

      Karakteristik Industri Infrastruktur dan BUMN Karya

      Industri infrastruktur memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sektor lainnya, antara lain:

      1. Padat Modal dan Jangka Panjang
        Proyek infrastruktur membutuhkan investasi awal yang sangat besar dengan periode pengembalian yang panjang. Kesalahan kecil di tahap awal dapat berdampak besar terhadap kelayakan finansial proyek.
      2. Kompleksitas Teknis dan Kontraktual
        Proyek melibatkan banyak pihak: pemilik proyek, kontraktor utama, subkontraktor, konsultan, pemasok, dan lembaga pembiayaan.
      3. Sensitivitas terhadap Kebijakan dan Regulasi
        Perubahan kebijakan, perizinan, atau regulasi dapat berdampak langsung terhadap jadwal dan biaya proyek.
      4. Eksposur Publik yang Tinggi
        Infrastruktur adalah fasilitas publik. Gangguan, kecelakaan, atau kegagalan proyek dapat berdampak pada keselamatan masyarakat dan reputasi negara.

      Sebagai holding investasi, Danantara tidak terlibat langsung dalam pekerjaan konstruksi, tetapi tetap menanggung risiko finansial dan reputasi dari proyek-proyek tersebut.

      Analisis Risiko Industri Infrastruktur

      1. Risiko Proyek dan Konstruksi

      Risiko paling dominan dalam sektor ini meliputi:

      Keterlambatan beberapa bulan saja dapat berdampak signifikan terhadap arus kas dan kelayakan proyek.

      1. Risiko Kerusakan Fisik Aset

      Selama masa konstruksi, aset menghadapi risiko:

      Kerusakan fisik ini dapat menghentikan proyek dan meningkatkan kebutuhan pembiayaan tambahan.

      1. Risiko Tanggung Jawab Hukum (Liability)

      Proyek infrastruktur berpotensi menimbulkan:

      Risiko liability sering kali memiliki dampak finansial dan reputasi yang lebih besar dibandingkan kerusakan aset itu sendiri.

      1. Risiko Keterlambatan Operasi (Delay in Start Up)

      Setelah konstruksi selesai, proyek masih menghadapi risiko:

      Risiko ini langsung mempengaruhi pendapatan dan pengembalian investasi.

       

      Manajemen Risiko Infrastruktur dalam Perspektif Danantara

      Sebagai holding investasi, Danantara perlu menerapkan manajemen risiko berbasis portofolio, bukan sekadar pendekatan proyek per proyek.

      Pendekatan Enterprise Risk Management (ERM)

      Manajemen risiko harus:

      Risk Appetite dan Risk Tolerance

      Danantara perlu menetapkan:

      Dengan pendekatan ini, risiko tidak hanya dipindahkan, tetapi dikelola secara sadar dan terukur.

       

      Peran Asuransi dalam Proyek Infrastruktur Nasional

      Dalam konteks infrastruktur, asuransi bukan sekadar persyaratan kontrak, tetapi alat perlindungan nilai investasi negara.

      Jenis Asuransi yang Dibutuhkan

      1. Construction All Risks (CAR) / Erection All Risks (EAR)

      Memberikan perlindungan terhadap:

      1. Third Party Liability Insurance

      Melindungi dari tuntutan:

      1. Delay in Start Up (DSU)

      Menanggung kerugian finansial akibat:

      1. Professional Indemnity

      Melindungi dari kesalahan atau kelalaian:

      Asuransi-asuransi ini harus dirancang sebagai satu kesatuan program, bukan polis terpisah tanpa koordinasi.

       

      Pentingnya Pendekatan Portfolio-Based Insurance

      Untuk proyek-proyek yang dikelola BUMN Karya, pendekatan terbaik adalah:

      Pendekatan ini:

       

      Peran Strategis Broker Asuransi

      Dalam proyek infrastruktur berskala besar, broker asuransi memegang peran yang sangat krusial.

      Broker bukan sekadar perantara, melainkan:

      Broker yang memahami industri infrastruktur akan memastikan bahwa:

       

      Dampak bagi Keberlanjutan Investasi Negara

      Dengan manajemen risiko dan asuransi yang tepat, proyek infrastruktur akan:

      Sebaliknya, kegagalan mengelola risiko dapat menjadikan proyek infrastruktur sebagai beban keuangan negara, bukan aset produktif.

       

      Penutup: Infrastruktur Kuat Butuh Perlindungan Risiko yang Kuat

      Infrastruktur adalah fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, fondasi tersebut hanya akan kokoh jika didukung oleh manajemen risiko dan asuransi yang profesional, terstruktur, dan independen.

      Sebagai holding investasi negara, Danantara memiliki peluang besar untuk menetapkan standar baru dalam pengelolaan risiko proyek infrastruktur. Standar inilah yang akan menentukan apakah proyek-proyek jumbo benar-benar menciptakan nilai jangka panjang bagi negara.

       

      Tentang L&G Insurance Broker (CTA)

      L&G Insurance Broker adalah perusahaan pialang asuransi yang berfokus pada manajemen risiko strategis, proyek infrastruktur, konstruksi, energi, dan industri berat.

      Dengan pengalaman menangani proyek nasional berskala besar dan portofolio industri yang kompleks, L&G membantu klien merancang solusi asuransi yang selaras dengan strategi investasi, bukan sekadar memenuhi kewajiban kontraktual.

      Untuk diskusi lebih lanjut mengenai manajemen risiko dan asuransi proyek infrastruktur, L&G siap menjadi mitra strategis dalam melindungi nilai investasi jangka panjang.

      JANGAN BUANG WAKTU ANDA DAN AMANKAN KEUANGAN DAN BISNIS ANDA DENGAN ASURANSI YANG TEPAT.

      HOTLINE L&G 24 JAM: 0811-8507-773 (TELEPON – WHATSAPP – SMS)

      Situs web: lngrisk.co.id 

      Email: halo@lngrisk.co.id 

      Disclaimer
      Informasi dalam website ini bertujuan untuk edukasi, berbagi wawasan, dan pengalaman di bidang manajemen risiko dan asuransi. Konten tidak dimaksudkan untuk mengajari, menyalahkan, menuduh, atau merugikan pihak mana pun. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, waktu, atau peristiwa lain, hal tersebut tidak disengaja. Kami memohon maaf apabila ada pihak yang merasa kurang berkenan. Seluruh keputusan atau tindakan berdasarkan informasi di situs ini merupakan tanggung jawab pembaca sepenuhnya. Kami tidak menjamin kelengkapan, keakuratan, atau hasil dari penggunaan informasi ini. Untuk kebutuhan spesifik, silakan berkonsultasi dengan profesional yang kompeten.

      Terhubung dengan kami

      Tanya Meli Sekarang Juga!

      Hubungi Meli di halo@lngrisk.co.id atau melalui alternatif chat WhatsApp.