Principles of Surety Bond


Surety bond adalah kontrak yang mengikat secara hukum yang memastikan bahwa suatu kewajiban terpenuhi — atau dalam hal terjadi kegagalan, kompensasi tersebut akan dibayarkan oleh Surety Bond untuk menutupi kewajiban yang gagal tersebut. 

Surety bond dapat digunakan untuk memastikan bahwa kontrak pemerintah selesai, menutupi kerugian yang timbul dari kasus pengadilan, atau melindungi perusahaan dari ketidakjujuran karyawan.

Surety bond didefinisikan sebagai perjanjian tiga pihak yang secara hukum mengikat bersama prinsipal (kontraktor) yang membutuhkan jaminan , obligee (pemilik proyek) yang membutuhkan jaminan , dan obligor (surety, biasanya perusahaan asuransi) yang menjual jaminan. 

Pihak penjamin menjamin prinsipal akan bertindak sesuai dengan hukum tertentu. Jika prinsipal gagal melakukan tanggung jawabnya maka jaminan Surety Bond yang akan menanggung kerugian yang diakibatkannya.

Surety bond adalah janji yang dikeluarkan oleh perusahaan surety untuk membayar pihak pertama jika pihak kedua gagal memenuhi kewajibannya. Ada tiga pihak yang terlibat:

  1. Principal: Orang yang harus berbuat baik atas suatu kewajiban.
  2. Obligee: Orang yang membutuhkan jaminan bahwa principal akan melakukan tugasnya.
  3. Jaminan: Penerbit surety bond menjamin bahwa principal akan memenuhi kewajibannya.

Bagaimana cara kerja surety bond?

Praktis dan sederhana, dokumen surety bond membutuhkan surety untuk membayar sejumlah uang yang ditetapkan kepada obligee jika kontraktor gagal melakukan kewajiban kontraktual. 

Obligee adalah instansi pemerintah, namun pihak swasta komersial dan profesional juga bisa menggunakan surety bond. Surety bond membantu prinsipal, biasanya kontraktor, bersaing untuk mendapatkan kontrak dengan meyakinkan pelanggan bahwa mereka akan menerima produk atau layanan yang dijanjikan.

Untuk mendapatkan surety bond, principal membayar premi kepada surety, perusahaan asuransi. 

Surety bond mengharuskan prinsipal untuk menandatangani perjanjian ganti rugi yang menjaminkan aset perusahaan dan pribadi untuk mengganti jaminan jika terjadi klaim. 

Jika aset-aset ini tidak mencukupi atau tidak dapat dikumpulkan, jaminan membayar uangnya sendiri untuk memenuhi klaim.

Kontrak Surety Bond

Jaminan Surety Bond biasanya digunakan untuk menjamin kinerja kontraktor (yang dalam hal ini adalah prinsipal) untuk kontrak konstruksi. 

Jika kontraktor gagal, perusahaan jaminan harus mengamankan kontraktor lain untuk menyelesaikan proyek atau mengganti pemilik proyek atas kerugian finansial. 

Kapan Anda membutuhkan surety bond?

Surety bond biasanya diperlukan untuk kontraktor yang ingin bekerja pada kontrak pemerintah berbiaya tinggi. 

Bahkan ketika Itu tidak wajib, surety bond masuk akal ketika kontrak membutuhkan kinerja, karena mereka membantu mengkompensasi obligee ketika prinsipal gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. 

Dalam industri konstruksi, beberapa pemberi pinjaman mungkin mengharuskan proyek untuk terikat sebelum mereka memperpanjang pembiayaan.

Bagaimana cara mendapatkan surety bond?

Surety bond biasanya ditanggung dan diterbitkan oleh perusahaan asuransi. 

Broker asuransi berlisensi adalah mitra yang tepat yang dapat membantu Anda untuk mendapatkan Surety Bond terbaik yang memenuhi kontrak Anda dan premi asuransi yang adil.

Hindari menggunakan broker asuransi yang tidak mempunyai izin dari Otortas Jasa Keungan (OJK) untuk memastikan bahwa surety bond Anda valid dan diatur secara profesional. 

Pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, jembatan, pembangkit listrik tenaga air, jaringan, jaringan, jaringan pipa, dan terowongan memerlukan penyelesaian dan risiko kinerja yang substansial. 

Karena proyek infrastruktur terkena risiko ini, kontraktor rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) sering diminta untuk memberikan jaminan penyelesaian. Jaminan tersebut dapat berbentuk surety bond, lini bisnis khusus di industri asuransi.

Surety bond adalah alat yang efisien untuk memilih kontraktor dan meningkatkan kemungkinan penyelesaian proyek jika terjadi wanprestasi. Mereka hemat biaya dan tidak bergantung pada kapasitas pinjaman terbatas dari bank komersial.

Dalam industri asuransi, underwriting adalah proses evaluasi, pendefinisian, dan penetapan harga risiko. 

Penjaminan emisi surety bond biasanya melibatkan penilaian tiga C: 

  1. modal (kekuatan finansial), 
  2. kapasitas (kemampuan untuk melakukan kontrak), dan 
  3. karakter (integritas, keandalan, dan komitmen untuk memenuhi kewajiban). 

Namun, praktik saat ini dalam penjaminan emisi surety bond bervariasi di seluruh perusahaan dan pasar.

Pedoman penjaminan penjaminan surety bond saat ini lebih berkembang pada faktor risiko sosial dan tata kelola daripada faktor risiko lingkungan. 

Siapa Principal Surety Bond?

Surety bond adalah kontrak 3 pihak antara prinsipal, obligee, dan surety carrier. Principal adalah pihak yang diminta oleh obligee untuk menerbitkan surety bond. 

Alasanan kenaga obligee mensyaratkan surety bond adalah untuk mengalihkan risiko principal dari obligee kepada surety carrier. 

Jika principal melakukan apa yang mereka katakan, maka surety bond itu batal demi hukum. Namun, jika tidak maka obligee memiliki perlindungan finansial dari surety bond tersebut.

Principal surety bond dapat berupa individu atau perusahaan. Mereka yang disebut dalam surety bond sebagai principal adalah orang yang bertanggung jawab untuk melakukan sesuai dengan kriteria obligasi. 

Untuk mendapatkan surety bond, principal harus mengajukan permohonan dan disetujui oleh surety carrier. Proses persetujuan ini disebut underwriting. Tujuan underwriting adalah untuk menentukan apakah jaminan tersebut merupakan risiko yang baik bagi pemegang jaminan. 

Tujuan utama dari underwriting perusahaan asuransi adalah untuk menentukan apakah prinsipal dapat memberikan ganti rugi (atau membayar kembali) penerbit jaminan jika prinsipal tidak melakukan dan penerbit jaminan harus membayar klaim kepada obligee.

Principal akan selalu diminta untuk mengganti rugi ikatan jaminan. Karena jaminan menjamin kinerja principal, ganti rugi pada dasarnya hanyalah prinsipal yang menjamin kepastian mereka sebenarnya akan melakukan apa yang mereka katakan akan mereka lakukan. 

Bagaimana cara menghindari kekecawaan untuk transaksi Surety Bond?

Karena fungsi Surety Bond sangat penting di dalam sebuah transaksi pekerjaan konstruksi dimana jika Jaminan Tender yang disediakan tidak sesuai dengan yang diminta maka akan berakibat kontrak menjadi batal.

Oleh karena itu Anda perlu berhati-hati sejak dari awal proses penerbitan Surety Bond. Ketika Anda membutuhkan Surety Bond hubungilah perusahaan broker asuransi yang resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Terus terang, belakangan ini banyak perusahaan yang mengaku seperti broker yang menawarkan Surety Bond dan asuransi garansi akan tetapi perusahaan tersebut ternyata tidak terdaftar di OJK.

Untuk membuktikannya silahkan cek nama perusahaan tersebut di di website Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Pialang Reasuransi Indonesia (APPARINDO) atau di website Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Jika nama perusahaan tersebut tidak ada, maka mereka bukan perusahaan broker asuransi resmi.

Apa resikonyo jika Anda tidak menggunakan jasa perusahaan broker asuransi yang resmi terdaftar di OJK?

  1. Anda tidak mendapatkan pelayanan dari ahli asuransi resmi yang mempunyai sertifikat keahlian yang diakui oleh OJK dan Badan Nasional Sertikasi Profesi Departemen Tenaga Kerja (BNSP)
  2. Ketika broker illegal itu melakukan kesalahan maka Anda tidak mendapatkan perlindungan asuransi. Sementara perusahaan broker asuransi resmi wajib mempunyai asuransi Professional Liability yang akan melindungi Anda sebagai nasabahnya jika terjadi kesalahan dari broker asuransi.
  3. Anda tidak mendapat kepastian penggantian jika terjadi dispute dengan broker asuransi illegal karena tidak ada kepastian tentang kemamupuan keuangannya. Sementara broker asuransi mempunyai modal disetor wajib sebesar Rp. 3 milyar yang sewaktu-waktu siap dicairkan jika mereka gagal dalam menjalankan usahanya. 
  4. Broker asuransi resmi diawasi secara ketat oleh OJK, minimal 4 bulan sekali harus mengirimkan laporan resmi tentang kondisi perusahaan.

Source:

 

Ingin bertanya ke Call Center L&G Risk?

Coba langkah-langkah selanjutnya berikut:
Ajukan pertanyaan dengan mengirim pesan/email
Isi Form Pertanyaan  
Hubungi kami melalui
Hotline 24jam (Call/Chat/SMS)

Whatsapp Kami 0811-8507-773 

   Kembali ke Glosari Asuransi
FREE Consultation
0812-8401-9840
Whatsapp 24/7
0811-8507-773
Contact the Expert
0812-8401-9840
Call Center 24/7
0811-8507-773
Hi...
OJK Registered KEP-667/KM.10/2012
Or
Welcome to the Indonesia's leading insurance broker.
Looking for HIGH QUALITY Insurance
at a LOW COST ?
Contact Us NOW!
Hi...
Or
OJK Registered KEP-667/KM.10/201
Welcome to the Indonesia's leading insurance broker.
Looking for HIGH QUALITY Insurance
at a LOW COST ?
Contact Us NOW!
Thank You
We will call you immediately
Thank You
We will call you immediately